Tinggalkanlah Harta Yang Batil

Allah berfirman :

يآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَأْكُلُوْا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِا لْبَاطِلِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلاَ تَقْتُلُوْا أَنْفُسَكُمْ ، إِنَّ للَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

“Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil kecuali dengan jalan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kalian. Dan janganlah kalian membunuh diri kalian. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian.”.  

Al Hafizh Ibnu Katsir dalam kitab nya tafsir al quranul ‘al azhim menjelaskan bahwa dalam ayat ini Allah melarang hamba-hambanya yang beriman memakan harta sebagian yang lain dengan cara yang batil. Yakni melalui usaha yang diharamkan oleh syariah seperti dengan cara riba, judi, berbuat curang serta cara-cara lainnya yang termasuk ke dalam kategori tersebut dengan menggunakan berbagai macam tipuan dan pengelabuan. Sekalipun pada transaksi lahiriahnya cara-cara tersebut memakai cara yang diakui secara hukum syariah tetapi Allah mengetahui bahwa pelakunya semata-mata hanya menjalankan riba tetapi dengan cara halah (tipu muslihat). Ibnu Abi Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu harb Al Musalli, telah menceritakan kepada kami dari Daud Al Aidi dari Amir, dari Alqamah dari Abdullah sehubungan dengan ayat ini bahwa ayat ini muhkamah , tidak dimansukh sampai hari kiamat. Ali ibnu Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Allah menurunkan ayat ini maka kaum muslim berkata, “ Sesungguhnya Allah telah melarang kita memakan harta sesama kita dengan cara yang batil, sedangkan makanan adalah harta kita yang paling utama.

Para pembaca yang dirahmati Allah Ta’aala, ayat ini seharusnya menjadi refleksi bagi kita semuanya agar senantiasa berhati-hati dalam melakukan mu’amalah transaksi ekonomi ditengah kepungan transaksi ekonomi modern yang sarat dengan riba, perjudian, dan kezholiman didalamnya; karena makanan yang kita makan dari hasil transaksi yang diharamkan Allah akan menjadi daging yang menyatu dalam  tubuh kita.

Ayat ini juga memberikan warning bagi kaum muslimin agar tidak memperjualbelikan barang-barang yang diharamkan oleh Allah Ta’ala. Mereka yang melakukannya masuk dalam kategori memakan harta secara batil. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ عَلَى قَومٍ أَكْلَ شَيْئٍ حَرَّمَ ثَمَنُهُ

“Sesungguhnya Allah bila mengharamkan sesuatu, berarti Allah mengharamkan juga uang hasil penjualannya.”. (HR Abu Daud di shahihkan syekh Al Albani).

Hal yang harus kita cermati adalah bahwa makanan haram yang masuk ke dalam tubuh seseorang akan menjadi sebab tidak diterimanya doa orang tersebut. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah itu baik dan hanya menerima yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin segala apa yang diperintahkan kepada para Rasul.

Allah berfirman yang artinya : Wahai para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shaleh. (Q.S: Al mukminun : 51) Allah juga berfirman yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman makanlah kalian dari makanan yang baik-baik yang kami rezekikan kepada kalian. (Al Baqarah: 172).

Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bercerita tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Lalu ia menengadahkan kedua tangannya ke langit (seraya berdoa), “ Ya Rabb, Ya Rabb, sedangkan makanannya haram, pakaiannya haram, dan ia kenyang dengan barang yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya di kabulkan?”. ( HR Muslim).

Maka berhati-hatilah dengan harta yang kita hasilkan karena itu yang akan kita makan dan juga kita berikan kepada anak-anak dan istri kita.

Berkata Abdullah ibnu Mubarak : Sungguh menolak satu dirham yang syubhat lebih aku sukai daripada bersedekah dengan seratus ribu hingga enam ratus ribu dirham.(Shifatushafwah, Ibnu Al Jauzi, hal 139 jilid IV).

Wallahu a’lam bis shawaab

 

️ Penulis : Ustadz Mukhtar, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *