Terus Berharap dan Takut

Dalam menapaki perjalanan hidup, untuk menjadi hamba yang sukses dunia dan akhirat, seorang hamba harus mempunyai dua sayap. Dua sayap ini adalah modal, tumpuan dan bekal yang sangat berharga yang akan terus digunakan dan diperlukan dalam setiap waktu dan  dimensi kehidupannya. Dua sayap tersebut adalah selalu mengharap (ar raja) dan takut kepada Allah (al khauf). Allah berfirman :

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ . وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ

 “Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih” [Surat Al-Hijr ayat 49 – 50]

Inilah modal terbesar yang diperlukan oleh seorang hamba di setiap detik kehidupan dan helaan nafasnya. Hatinya harus terus ada antara dua sayap ini agar bisa terus terbang dan istiqomah menuju Allah dan rahmatNya. Dia terus dan selalu mempunyai pengharapan kepada Allah dan di waktu yang sama dia juga terus merasa takut kepada Allah dan adzabNya.

Apabila seorang hamba melihat betapa luas rahmat dan ampunan Allah, tumbuhlah rasa harapnya kepada Allah untuk bisa mendapatkan rahmat dan ampunanNya. Rasa harap yang besar itu pun menumbuhkan dan melahirkan ucapan-ucapan dan segala aktifitas yang bisa menyampaikan kepada rahmat Allah yang luas dan ampunanNya yang tak terbatas.

Dan bila seorang hamba melihat pada dirinya segala kekurangan dan kekhilafan, kemudian dia melihat akan pedihnya adzab dari Allah, itu akan menumbuhkan rasa takut kepada Allah. Seorang yang takut kepada Allah akan berusaha sekuat tenaga untuk meninggalkan segala laranganNya dan segala apa yang tidak disukai oleh Dzat yang telah menciptakan dan memberinya rizki.

Itulah dua sayap yang akan membawa seorang hamba menuju keridhoan Allah dan kesuksesan di dunia akhirat

 

️ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc.

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *