Tadabbur Al Quran di Bulan Ramadhan

Allah berfirman;

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Tidakkah mereka mentadabburi (membaca dan mempelajari) Al Quran, atau adakah hati-hati mereka telah tertutup ?.”. (Muhammad; 24)

Bulan Ramadhan adalah bulan Al Quran. Memperbanyak membaca Al Quran di bulan ini adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Namun adalah hal yang sangat disayangkan, jika manusia menghabiskan usianya membaca Al Quran tanpa ada usaha yang kuat untuk juga mentadabburi isi dan kandungan kitab suci yang maha agung tersebut.

Membaca dan mentadabburi Al Quran dengan niat ikhlas untuk mendapatkan kebenaran adalah cara untuk meraih petunjuk Allah.

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimiin rahimahullah berkata;

“Di bulan Ramadhan, beberapa penuntut ilmu menyiapkan catatan khusus di saat sedang tilawah (membaca) Al Quran. Setiap kali terlintas sebuah pelajaran dalam benak mereka dari rangkaian ayat Al Quran yang dibacanya, segera mereka tulis. Maka tidaklah berlalu Ramadhan melainkan mereka telah mendapatkan banyak pelajaran dan kebaikan dari makna serta kandungan Al Quran.

Sungguh saya telah melihat sebuah buku catatan kecil kepunyaan Syaikh Abdul Rahman As Sa’di rahimahullah. Syaikh As Sa’di berkata bahwa beliau telah menulis catatan-catatan tersebut di bulan Ramadhan, di sela-sela tilawah Al Qurannya. Ketika membaca ayat dalam Al Quran, beliau mentadabburinya dan mencatat setiap pelajaran dari ayat tersebut; tidak akan kalian dapatkan pelajaran-pelajaran itu di kitab tafsir manapun.

Olehnya imam Ibnul Qayyim rahimahullah mendorong kaum muslimin agar giat mentaddaburi Al Quran, jika mereka ingin mendapat petunjuk.

Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata; Barangsiapa mentadabburi Al Quran dengan niat untuk mendapatkan petunjuk Allah dari Al Quran yang dibaca dan dipelajarinya itu; niscaya jalan kebenaran itu akan menjadi jelas di hadapannya.”.

Dalam pernyataannya ini, Syaikhul Islam menetapkan dua syarat agar dapat mengetahui jalan kebenaran (petunjuk);

1. Tadabbur Al Quran

2. Niat tulus hendak mendapatkan kebenaran atau petunjuk tersebut

Kedua syarat ini adalah penting dan saling berkaitan karena diantara manusia ada golongan yang melakukan tadabbur Al Quran dengan niat –semata- untuk menambah wawasan keilmuwan dan bukan hendak mendapatkan kebenaran.

 

️ Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *