Sholatlah untuk RabbMu dan Menyembelih lah… !

Dalam surat Al-Kautsar, ayat 1 – 3, Allah mengingatkan nikmatNya kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam dan memerintah untuk bersyukur atas segala nikmat yang ada. Dia berfirman :

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” [Surat Al-Kautsar ayat1 – 3]

Surat pendek ini, mendidik kita agar menjadi makhluk Allah yang bersyukur atas segala nikmat yang Ia berikan. Kandungan dari surat ini juga menyiratkan bagaimana cara kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’aala, yaitu dengan selalu menyerahkan dan mengorbankan jiwa serta segala yang kita miliki untuk Allah  Ta’aala. Poin ini diwakili oleh dua ibadah yang sangat mulia, yaitu sholat dan menyembelih hewan, sebagaimana disebutkan secara bersamaan dalam surat ini.

Sholat adalah ibadah badan yang paling mulia. Dia mewakili ibadah – ibadah lainnya. Dia menjadi parameter bagi ibadah lainnya.  Apabila sholatnya baik, maka baik pula ibadah ibadah lainnya. Namun apabila sholatnya buruk, maka buruk pula seluruh ibadahnya yang lain. Dengan sholat yang berkualitas yang dilakukan oleh seorang hamba, itu menjadi bukti bahwa jiwanya adalah dikorbankan untuk Allah Subhanahu wa ta’aala.

Adapun menyembelih, maka dia adalah ibadah yang menjadi bukti pengorbanan seorang hamba dari semua yang ia miliki,  harta dan yang lainnya  untuk Allah Ta’aala.

Dengan nilai dan makna yang sangat dalam pada dua jenis ibadah  ini, seorang hamba akan menyadari bahwa  jiwa, harta dan seluruh yang dimilikinya adalah untuk Allah Subhanahu wa ta’aala. Fisiknya, fikiranya, tenaganya, waktunya, hartanya, kedudukannya dan mati serta hidupnya adalah untuk Allah Azza Wa jalla. Adapun yang dia ambil dari dunia ini, dengan berbagai variannya, hanyalah sebagai bekal dan sarana untuk tujuan ibadah yang  mulia tersebut.  Dengan itu, seorang hamba telah mengaplikasikan firman Allah Ta’aala :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” [Surat Al-An’am 162]

 Wallahu Alam Bis Shawaab

  

️ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *