Sepuluh Wasia Allah (bag. 2)

Tiga ayat dalam surah Al An’am, ayat 151-153, yang memuat tentang sepuluh wasiat Allah menunjukkan kaidah-kaidah umum yang mesti dijalankan oleh setiap muslim guna meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Hal ini dapat dipahami –diantaranya- dari seruan Allah -ta’ala- mengawali ayat-ayat-Nya tersebut.

Allah -ta’ala- membuka ayat itu dengan seruan kepada segenap kaum muslimin untuk naik meraih sesuatu yang tinggi. Allah -ta’ala- berfirman; 

قُلْ تَعَالَوْا

Kata “ta’alau” pada ayat tersebut pada asalnya berarti seruan kepada seseorang untuk naik menuju sang penyeru, berasal dari kata “العُلُوُّ”, yang berarti tinggi.

Demikianlah, rangkaian ayat tersebut berisi peringatan-peringatan Ilahi, yang akan mengantarkan seseorang kepada sebuah kedudukan tinggi lagi diridhai oleh-Nya.

Hal ini akan menjadi lebih jelas dengan melihat setiap akhir dari potongan ayat-ayat tersebut; 

*) Pada ayat 151, Allah -ta’ala- mengakhiri ayat tersebut dengan firman-Nya;

لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُون

“Supaya kamu memahami (nya).”.

*) Pada ayat 152, Allah -ta’ala- mengakhiri ayat tersebut dengan firman-Nya;

لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون

“Agar kamu dapat paham dan senantiasa ingat.”.

*) Pada ayat 153, Allah -ta’ala- mengakhiri ayat tersebut dengan firman-Nya; 

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون

“Agar kamu dapat paham, senantiasa ingat dan menjalankan wasiat tersebut dengan sebaik-baiknya (bertakwa).”.

Karena itu, barangsiapa yang melaksanakan seluruh wasiat yang disebutkan dalam rangkaian ayat ini, pastilah ia akan menyandang 3 predikat yang telah dijanjikan oleh Allah -ta’ala- kepadanya melalui ke-3 ayat tersebut; hal mana akan mengantarkan mereka kepada sebuah ketinggian, di dunia maupun di akhirat -kelak- insya Allah -ta’ala-.

(Bersambung in sya Allah) 

 

Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *