Selalu Kembali Kepada Allah Pada Semua Urusan

Dalam surat Shad ayat 30, Allah berfirman mamuji Nabi Allah Sulaiman Alaihissalam :

(وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ)

“Dan kepada Dawud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia adalah “awwaab ” (sangat taat kepada Allah ” [Surat Shad ayat 30]

Nabi Sulaiman dipuji oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan dikatakan bahwa beliau adalah awwaab.  Begitu pula para Nabi dan orang sholeh yang lain,  seperti Nabi Daud,  Nabi Ya’kub dipuji oleh Allah dengan sifat awwaab.  Jadi sifat awwaab adalah sifat yang ada pada para Nabi dan orang shalih yang dicintai dan dipuji oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Kata “Awwaab ” maknanya bisa difahami adalah orang yang selalu taat kepada Allah dan orang yang selalu rujuk (kembali) kepada Allah. 

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Nabi Sulaiman disebut Awwaab karena beliau adalah hamba yang banyak berbuat taat dan ibadah serta selalu kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Syekh Abdurrahman As-Sa’die juga menjelaskan awwaabnya Nabi Sulaiman adalah karena beliau selalu rujuk kepada Allah dalam semua kondisi dengan selalu merendah kepada Allah,  berharap,  mencintai,  dzikir,  doa,  tunduk dan dengan  bersungguh-sungguh untuk bisa mendapatkan keridhoan Allah dan medahulukan keridhoanNya dari segalanya.

Itulah sifat para Nabi dan orang-orang shalih.  Mereka hamba pilihan Allah yang selalu kembali kepada Allah dalam semua urusannya. Maka jadilah mereka adalah orang-orang yang lurus nan kuat dengan petunjuk Allah. 

Di zaman yang berat dan penuh tantangan ini,  marilah kita lebih banyak lagi untuk kembali kepada Allah, agar kita diberi petunjuk dan kekuatan untuk bisa sukses mengarungi kehidupan ini. Wallahu A’lam

 

Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *