Pilar Kebahagiaan

Allah berfirman :

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ (1) وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ (2) وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰ (3) إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ (4) فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ (5) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ (6) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ (7) وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ (8) وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ (9) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ

( 1 )   Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),

( 2 )   dan siang apabila terang benderang,

( 3 )   dan penciptaan laki-laki dan perempuan,

( 4 )   sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.

( 5 )   Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,

( 6 )   dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),

( 7 )   maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

( 8 )   Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,

( 9 )   serta mendustakan pahala terbaik,

( 10 )   maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.

Ayat ini dimulai dengan tiga sumpah yang dinyatakan oleh Allah. Sedikitnya ada dua hal yang hendak diselipkan melalui sumpah yang Allah nyatakan dalam ayat-ayat Nya;

1. Keagungan makhluk yang disertakannya dalam sumpah

2. Urgensi informasi yang akan disampaikan setelah sumpah tersebut.

Mengawali ayat tersebut, Allah bersumpah dengan malam, siang dan proses penciptaan manusia (laki-laki dan wanita). Setelah itu, Allah berfirman ;

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ

“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.”. (Al Lail; 4)

Diantara makna dari penggalan surat ini bahwa ada tiga potensi dasar yang Allah anugrahkan kepada manusia agar dapat memakmurkan bumi ini, yaitu;

1. Waktu, yang diisyaratkan lewat firman Nya; “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan demi siang apabila terang benderang. ( Al Lail; 1-2)

2. SDM (laki-laki dan wanita), yang diisyaratkan lewat firman Nya; “dan (demi) penciptaan laki-laki dan perempuan.”. ( Al Lail; 3)

3. Kemampuan untuk berusaha, yang disyaratkan lewat firman Nya; “Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.”. (Al Lail; 4)

Ketiga potensi ini, manakala dipadukan dengan;

1. Semangat dan keinginan untuk berbagi kebaikan, yang digambarkan melalui firman Nya; “Adapun orang yang bersedekah”, baik dengan memberikan (hartanya di jalan Allah), melempar senyum, berkata-kata baik, mengajar dan mendidik manusia, dan yang semisalnya.

2. Meninggalkan keburukan, yang digambarkan melalui firman Nya; “dan (adapun orang yang) bertakwa.”, yaitu dengan meninggalkan segala perkara yang dilarang oleh Allah.

3. Iman yang kokoh akan adanya hari pembalasan, yang digambarkan melalui firman Nya; “dan (adapun orang yang) membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga).”.

Tiga potensi yang dipadukan dengan tiga unsur positif penopangnya, akan menghasilkan kemudahan, dan kebaikan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman; “Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”.

Tetapi, jika tiga potensi dasar tadi justru dipadukan dengan tiga unsur negatif yang akan merubuhkannya; niscaya akan hancur dan rusaklah peradaban dunia, manusia akan terus dalam kesengsaraan dan kesusahan; di dunia dan di akhirat kelak. Tiga unsur negatif itu adalah :

 1. “Dan adapun orang-orang yang bakhil” ; enggan berbagi kebaikan

2. “dan merasa dirinya cukup”  ; sombong dan merasa tinggi hingga tidak ingin dikoreksi, ditegur dan dilarang.

3. “serta mendustakan pahala terbaik”  ; tidak beriman dan percaya akan adanya hari pembalasan.

Setelahnya, Allah berfirman ; “Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” ; di dunia dan di akhirat.

 Semoga Allah menguatkan kita agar dapat memanfaatkan potensi kita dalam kebaikan, dan memberi kita keistiqamahan dalam menapaki jalan Nya.

  

️ Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *