Pemimpin Adalah Cerminan Pribadi Umat

Sudah menjadi sunnatullah (ketentuan Allah) bahwa masyarakat yang baik akan dianugerahi pemimpin yang baik pula. Dan sebaliknya, bila masyarakat rusak maka Allah menghukum masyarakat tersebut dengan dilemparkan kepada mereka pemimpin yang rusak, persis seperti mereka. Hal ini ditegaskan oleh Allah Subhanahu Wata’aala dalam firmannya:

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi wali (teman, pemimpin)  bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan” (QS. Al-An’aam : 129)

Adalah sebuah tuntutan dan menjadi hal yang logis, kalau seorang muslim yang beriman memimpikan dan mendambakan mempunyai seorang pemimpin yang ideal. Pemimpin yang menunaikan hak Allah secara individualnya, dengan iman, takwa dan amal sholehnya . Dan juga pemimpin yang menunaikan hak rakyatnya, dengan sifat amanat, adil, kasih sayang, melayani rakyat, menegakkan hukum Allah, dan semua tanggungjawabnya sebagai pemimpin.

Namun untuk mencapai mimpi indah tersebut tidaklah mudah dan instan. Untuk memperbaiki pemimpin, kita harus ekstra berjuang di semua sisi. Hal yang paling prinsip dan penting adalah jika kita ingin mendapatkan pemimpin yang sholeh maka sholehkan dulu diri dan keluarga kita, karena pemimpin adalah cerminan umat. Kalau umat ini bertauhid, beriman dan sholeh maka Allah akan anugerahkan pemimpin yang tidak jauh dari sifat kesholehan mereka. Namun kalau umat ini masih banyak terkontaminasi dengan kesyirikan, terdominasi dengan maksiat, khianat, dusta, kedzliman dan sebagainya, maka pemimpin tidak akan jauh dari kondisi buruknya umat tersebut.

Para Ulama yang bijak mengatakan :

كَمَا تَكُونُوا يُوَلَّى عَلَيْكُمْ

“Sebagaimana kondisi kalian, seperti itulah kalian mendapatkan pemimpin”

Sebagian kita masih belum sadar bahwa pemimpin yang buruk nan dzalim adalah disebabkan keburukan dan kedzaliman umat itu sendiri. Oleh karena itu, jangan sekali-kali kita berharap dianugerahkan pemimpin adil nan sholeh, kalau umat ini masih jauh dari kesholehan itu sendiri.

Mari kita bahu membahu mewujudkan mimpi-mimpi indah tentang negara kita ini. Selain dengan upaya dakwah kepada para petinggi negara,  pun yang tidak kalah urgen adalah dengan kembali membangun karakter-karakter islami dimulai pada diri , keluarga dan lingkungan kita.

Dengan itu, kita berharap Allah akan menganugerahkan kita keberkahan, diantaranya adalah munculnya sosok pemimpin muslim yang adil. Wallahu A’lam

 Baarakallahufiikum

 

 ️Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

*Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *