Pelajaran dan Kandungan Umum Dari Surah Al Baqarah

image_pdfimage_print

Surah Al Baqarah terletak pada dua juz pertama dan 8 halaman pertama dari juz ke-3 Al Quran.

Pada juz pertama, Allah informasikan tiga pemimpin dunia;

  1. Nabiullah Adam ‘alaihissalam

Beliau terjatuh dalam dosa, namun segera bertaubat, maka Allah terima taubatnya.

  1. Bani Israil

Setiap kali Allah perintahkan mereka dengan sebuah perintah, tiap kali itu juga mereka membangkang, maka Allah pun menghukum mereka.

  1. Nabiullah Ibrahim alaihissalam

Ketika Allah menguji beliau, Beliau menerima dan taat melaksanakan segala perintah Allah, maka beliau menjadi simbol ketundukan mutlak seorang hamba kepada Rabb nya.

 

Pada juz ke-2 dan beberapa ayat dari juz ke-3,

Allah uraikan dengan terperinci beberapa hukum-hukum agama; shalat, puasa, rumah tangga, pembunuhan, riba, zina, hingga hukum pinjam meminjam dan infaq.

Seakan dengan rentetan ayat tersebut Allah ingin menyampaikan pesan kepada kita :

Inilah syariat atau agama yang Aku bebankan kepada kalian, lantas akan seperti apa kalian menyikapinya ?;

  1. Akankah kalian menyikapinya seperti nabiullah Adam (ketika salah, segera bertaubat) ?
  2. Ataukah seperti bani israail, dengan syi’arnya ; “Kami dengar dan kami ingkari” ?
  3. Ataukah seperti nabiullah Ibrahim ; taat secara sempurna ?

 

Pada juz ke-3,

Dipenggalan akhir dari surah tersebut Allah berfirman ;

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ

“Kepunyaan Allah segala apa yang ada di langit dan segala apa yang ada di bumi. Allah akan menghisab (memperhitungkan) segala yang kalian nampakkan bahkan segala yang kalian sembunyikan di dalam hatimu.”.

Di saat ayat ini turun, para sahabat mengeluh, karena ternyata Allah pun akan menghisab mereka terhadap lintasan-lintasan fikiran yang menggelayut dalam relung-relung hati. Sungguh hal yang berada di luar wilayah jangkau manusia.

Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan mereka agar tidak mengeluh berkenaan dengan ketentuan dan syari’at Allah kepada mereka. Namun hendaknya mereka menerima dan berusaha mengamalkan tuntunan itu. Hendaknya mereka berkata; “Kami dengar dan kami taat.”.

Mendapa arahan demikian dari Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka langsung mengamalkannya. Mereka ulang-ulangi syiar ketundukan tersebut hingga betul-betul tertanam dalam sanubari mereka, “Kami dengar dan kami taat”. Dan kala itulah, Allah memuji mereka dan menurunkan ayat berisi keringanan untuk mereka. Allah berfirman;

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.”. Selanjutnya, Allah menuntun mereka untuk berdoa kepada Nya;

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. Malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam;

أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ قَدْ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ: فَاتِحَةُ الْكِتَابِ، وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ حَرْفًا مِنْهُمَا إِلَّا أُوتِيتَهُ

Bergembiralah dengan dua cahaya yang dianugrahkan kepadamu dan tidak dianugrahkan kepada seorangpun nabi sebelummu. Kedua cahaya itu adalah ; surah al Faatihah dan (dua) ayat terakhir dari surah Al Baqarah. Tidak seorangpun yang membaca (ayat yang berisi doa) pada keduanya melainkan akan dikabulkan baginya. (HR. Nasaa’i)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *