Orang Baik Tempatnya Baik, Orang Buruk Tempatnya Buruk

Merupakan hal yang telah baku bahwa tidaklah sama antara orang baik dan orang buruk. Dia adalah dua kehidupan yang selalu kontras.  Allah Subhanahu wata’ala berfirman tentang dua tipe ini :

لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi”. [Surat Al-Anfal, ayat 37]

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memisahkan dua tipe dan karakter.  Memisahkan antara yang baik dengan yang buruk.  Dalam menjalani hidup ini, orang baik hanya akan mengambil,  merasa nyaman, dan menikmati sesuatu yang baik pula dengan cara yang baik;

️ Dia beraqidah dan beribadah dengan cara yang baik, yang mana aqidah dan ibadahnya diambil dari bimbingan Al-Qur’an dan bimbingan Rasul Shallallahu alaihi wasallam. 

️ Hatinya adalah hati yang baik, tidak ada yang kotor atau penyakit di dalamnya.

️ Dalam berkata,  dia berkata yang baik saja. 

️ Dalam berbuat diapun berbuat yang baik saja.

️ Segala yang dikonsumsinya,  yang dia makan,  minum,  pakai dan gunakan semuanya adalah segala sesuatu yang baik. 

️ Begitu pula apa yang dilihat dan didengar serta dibayangkan semuanya adalah hal baik. 

Inilah hamba Allah luar dalam dan lahir batin.  Dia lah muslim yang toyyib (baik). Maka tempat yang pantas baginya adalah tempat yang baik pula,  yang disitu ada kenikmatan, keindahan,  dan segala apa yang diinginkan olehnya.  Tidak ada rasa takut,  kegelisahan,  kesedihan,  siksa,  hinaan.  Inilah surganya Allah,  tempat yang sangat baik.  Allah berfirman tentang tempat kembali mereka yang baik:

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. [Surat Az-Zumar ayat 73]

Adapun orang buruk (khobits), maka segala apa yang ada pada dirinya menjadi buruk.  Jiwanya sangat buruk sehingga  waktu hidupnya yang panjang di dunia ini pun tidak mampu merubahnya menjadi baik dan tidak bisa mensucikannya.  Hatinya terisi penuh dengan keburukan,  ucapannya menjadi buruk,  gerak-geriknya buruk maka tempat yang pantas baginya adalah tempat yang penuh dengan keburukan, yaitu neraka Jahannam. Merekalah orang -orang kafir yang akan diadzab oleh Allah Subhanahu wata’ala.  Dia berfirman :

وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ. قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ

“Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka) pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaga berkata kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan (dengan) harimu ini?”. Mereka menjawab, “Benar, ada,” tetapi ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir. Dikatakan (kepada mereka), “Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu, (kamu) kekal di dalamnya.” Maka (neraka Jahanam) itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri” [Surat Az-Zumar ayat 71 – 72]

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang baik agar bisa mendapatkan tempat kembali yang baik

  

️ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *