Nabi Musa Mengajarkan Kita Etika Menuntut Ilmu

Allah Subhanahu Wata’ala mengisahkan tentang adab Nabi Musa bertutur kepada orang yang akan menjadi guru beliau. Dia berfirman :

(قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا)

“Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk ” [Surat Al-Kahfi ayat 66]

Nabi Musa diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk merendahkan diri di hadapan ilmu. Beliau melakukan perjalanan yang sangat jauh untuk bertemu dengan seorang hamba yang telah diberikan ilmu oleh Allah dan diperintahkan oleh Allah untuk belajar kepada hamba tersebut.

Setelah perjalanan jauh dan bertemu dengan hamba tersebut, lihatlah bagaimana tingginya etika beliau kepada sang calon guru. Beliau mengatakan dengan penuh adab :

“Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu, untuk menjadi petunjuk”

Beliau tidak mengatakan “ajarilah aku” atau “berikanlah ilmu” atau “sediakanlah waktu untukku” dan ungkapan yang semisalnya. Tapi beliau memilih ungkapan yang menunjukkan etika yang sangat tinggi kepada seorang guru.

Ayat ini melalui ucapan Nabi Musa, kita bisa mengambil beberapa etika dalam mencari ilmu :

Pertama ; Bagi orang yang haus ilmu dan ingin mendapatkan ilmu yang berkah, maka harus bertutur kata yang baik dan beretika kepada gurunya. Banyak orang yang ilmunya tidak berkah mungkin diantara faktor penyebabnya adalah kurang etika kepada gurunya.

Kedua ; Ilmu dicari bukan hanya sebatas pengetahuan dan khazanah saja. Tetapi ilmu dicari adalah untuk dijadikan pedoman hidup dan diamalkan

Ketiga ; Semua hamba Allah, siapa dan apapun status sosialnya harus tunduk dan merendah di hadapan ilmu. Nabi Musa adalah Nabi dan Rosul dan termasuk Rosul Ulul Azmi, namun ketika berhadapan dengan ilmu dan pemilik ilmu yang lebih rendah dari beliau, beliau merendah dan tunduk kepada orang yang berilmu.

Wallahu A’lam

✍️ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc
Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *