Musik

0
210
Pertanyaan

Bismillah afwan ustadz apa hukumnya memainkan dan mendengar Piano   ?

Jawab

Tentang piano dan alat musik yang lain, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika menjelaskan hal yang akan terjadi di waktu yang akan datang, yang hari ini telah nampak kemunculannya ;

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ، يَسْتَحِلُّونَ الحِرَ وَالحَرِيرَ، وَالخَمْرَ وَالمَعَازِفَ

“Sungguh akan tiba sebuah masa; beberapa kaum dari ummatku menganggap perzinahan, memakai kain sutrah, minum khamar dan musik adalah hal-hal yang boleh bagi mereka.”. (HR. Bukhari)

Dari hadits ini diketahui bahwa sebagaimana perzinahan, memakai sutrah dan minum khamar adalah hal yang diharamkan, juga demikian halnya dengan music. Mempertegas keharaman music ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda;

صوتان ملعونان في الدنيا والآخرة؛ مزمار عند نعمة ورنة عند مصيبة

“Dua buah suara yang terlaknat di dunia dan di akhirat. Kedua suara tersebut adalah; suara seruling tatkala seorang mendapat nikmat dan suara histeris tatkala musibah.”. (HR. Al Bazzaar)

Berdasarkan dua keterangan inilah diantaranya, maka para ulama menyatakan haram memainkan dan sengaja mendengarkan alat music.

  1. Abu ath-thayyib Ath-thabari berkata;

كان أبو حنيفة يكره الغناء ويجعل سماع الغناء من الذنوب

“Abu Hanifah adalah seorang yang benci terhadap lagu (yang diiringi dengan music). Beliau mengatakan bahwa mendengar nyanyian (yang diiringi music) adalah merupakan perbuatan dosa.”.

  1. Ishak bin Isa Ath-thabba’ berkata;

سَأَلْتُ مَالِكَ بْنَ أَنَسٍ عَمَّا يَتَرَخَّصُ فِيهِ أَهْلُ الْمَدِينَةِ مِنَ الْغِنَاءِ؟ فَقَالَ: إِنَّمَا يَفْعَلُهُ عِنْدَنَا الْفُسَّاقُ

“Pernah saya bertanya kepada imam Malik tentang nyanyian (dengan alat music), yang oleh penduduk Medinah dinyatakan sebagai sebuah hal yang mendapat dispensasi hukum. Beliau berkata; (tidak benar), tiada seorang pun yang melakukannya diantara kami melainkan orang-orang fasik.”.

  1. Imam asy-Syafi’ie berkata;

تَرَكْتُ فِي الْعِرَاقِ شَيْئًا يُقَالُ لَهُ التَّغْبِيرُ أَحْدَثَهُ الزَّنَادِقَةُ، يَصُدُّونَ بِهِ النَّاسَ عَنِ الْقُرْآنِ

“Saya telah tinggalkan Irak dengan sebuah hal baru yang diada-adakan oleh kaum zinddiq (orang-orang sesat yang beragama dengan akal dan perasaan), yang dinamakan “At-taghbir” (memukul-mukul kayu sebagai iringan dari beberapa lantunan syair yang mereka ucapkan). Dengan kebiasaan baru tersebut, mereka (berusaha) menghalangi manusia dari al-Qur’an.”. Di tempat lain Beliau berkata;

إن الغناء لهو مكروه يشبه الباطل ومن استكثر منه فهو سفيه ترد شهادته

“Sesungguhnya nyanyian (dengan alat music) itu adalah perbuatan sia-sia yang dibenci, sama dengan sebuah kebathilan. Barangsiapa yang banyak melakukannya, mereka itu adalah orang-orang yang dangkal otaknya (safiih), tidak diterima persaksiannya.”.

  1. Abdullah bin Ahmad (anak imam Ahmad) pernah bertanya kepada ayahnya tentang hukum nyanyian. Beliau berkata;

الْغِنَاءُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ فِي الْقَلْبِ، لَا يُعْجِبُنِي

“Lagu itu akan menumbuhkan sifat nifak di dalam hati, saya tidak menyenanginya.”. Abi Al-harits berkata;

سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ: مَا تَرَى فِي التَّغْبِيرِ أَنَّهُ يُرَقِّقُ الْقَلْبَ؟ فَقَالَ: بِدْعَةٌ

“Saya pernah bertanya kepada Abu Abdillah (imam Ahmad) tentang anggapan yang menyatakan bahwa “At-taghbir” (memukul-mukul kayu sebagai iringan dari beberapa lantunan doa atau hikmah yang diucapkan dan diyakini sebagai salah satu bentuk ibadah ) adalah sesuatu yang dapat melunakkan hati yang keras. Beliau berkata; hal itu adalah bid’ah.”.

Demikian sedikit ulasan tentang memainkan dan sengaja mendengar music. Semoga Allah menghidarkan kita dari segala fitnah.

Lihat juga di http://www.albinaa.or.id/68-lajnah-dakwah/artikel/279-musik-dalam-timbangan-syariat-islam.html 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here