Membaca dan Mengulang-Ulang Bacaan

Belajar membutuhkan kesabaran. Kesabaran dalam banyak hal, diantaranya adalah kesabaran untuk terus mengulang-ulang bacaan.

Olehnya –wallahu a’lam-, maka perintah pertama yang turun kepada Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam- adalah “iqra’” (bacalah). Selanjutya, Allah tidaklah mencukupkan perintah tersebut sekali, tetapi Allah mengulang perintahnya tersebut. Allah berfirman;

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5).  [العلق : 1 – 5]

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”. (Al ‘Alaq; 1-5). Kata ulama bahwa dalam pengulangan perintah tersebut ada faidah, diantaranya;

bahwa kecakapan membaca tidak diperoleh kecuali dengan mengulang-ulangi bacaan,

dan bahwa membaca hendaknya dilakukan sampai mencapai batas maksimal kemampuan,

dan bahwa mengulang-ulangi bacaan “Bismi Rabbika” (dengan nama Allah) akan menghasilkan pengetahuan dan wawasan baru walaupun objek yang dibaca adalah itu-itu juga. Disebutkan dalam sebuah kata hikmah;

في الإعادة إفادة

“Dalam pengulangan, ada manfaat.”.

Demikianlah para ulama dalam proses belajarnya, senantiasa mengulang bacaan mereka bahkan hingga puluhan kali. Dan oleh karena itu, kita dapati saat ini buku karya mereka yang menjelaskan sebuah disiplin ilmu, mereka tuliskan dalam berbagai macam versi; versi ringkas, pertengahan dan versi penjelasan yang detail serta menyeluruh. Karya-karya fenomenal tersebut tidaklah lahir melainkan sebagai buah dari proses membaca yang berulang-ulang dan penuh kecermatan.

Mari buka wawasan kita dengan banyak membaca buku bermanfaat. Dan berusalah menjadi semakin paham terhadap agama dengan mengulang-ulang bacaan dan pelajaran kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Barangsiapa yang Allah hendaki kebaikan baginya, niscaya Ia akan menjadikannya paham terhadap agama.”.

  

️ Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *