Manusia Dalam Berinteraksi Dengan Al Quran

Allah berfirman;

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ . إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

“Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka (kafir Qurays) yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri, (namun) adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya (dan tidak lalai).”. (Qaaf; 36-37)

Satu diantara fungsi Al Quran adalah sebagai peringatan (dzikra). Hanya ternyata, dalam berinteraksi dengan Al Quran, manusia itu terbagi ke dalam tiga kategori, sebagaimana yang ditunjukkan oleh ayat yang dituliskan di awal ;

 1. Seorang yang tidak memiliki hati.

Jenis orang seperti ini, tentu Al Quran tidaklah dapat menjadi peringatan (dzikra) baginya.

2. Seorang yang memiliki hati, namun tidak mau mendengarkan ayat Al Quran; atau mereka dengarkan ayat-ayat Al Quran dibacakan, tetapi mereka sibuk dengan urusannya dan tidak perduli terhadap ayat-ayat tersebut.

Sebagaimana yang pertama, jenis orang seperti ini, pun tidaklah Al Quran akan berfungsi sebagai peringatan (dzikra) buat mereka.

3. Orang yang memiliki hati dan mendengarkan Al Quran dengan menghadirkan hati atau jiwanya tersebut,  berusaha memahami ayat-ayat yang dibaca atau didengarnya.

Golongan ketiga inilah, yang Al Quran dapat bermanfaat baginya sebagai dzikra (pemberi peringatan).

 Ketiga golonga tadi tidak ubahnya seperti mereka yang berada dihadapan sebuah objek (benda);

️Satu diantara mereka buta

️Yang kedua melihat, tetapi pandangannya terfokus pada objek yang lain.

️Yang ketiga melihat dan pandanganya focus pada benda yang berada dihadapannya.

Kelompok yang pertama dan kedua tidaklah akan melihat benda yang berada dihadapannya. Yang melihat benda itu, hanyalah kelompok yang ketiga.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang  “mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya (focus dengan ayat-ayat tersebut dan tidak lalai atau melalaikan diri dari nasehat-nasehat Ilahi tersebut).”. (Qaaf; 35-36)

Allah berfirman ;

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah adakah hati-hati mereka telah terkunci?. “.  (Muhammad; 24)

Baarakallahufiikum

 

️Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain,  Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *