Kita Semua Adalah Fakir di Hadapan Allah

Manusia adalah hamba Allah yang serba lemah dan kurang.  Sekuat apapun,  sekaya apapun,  sepintar dan secerdik apapun seorang manusia,  tetap sifat fakir dan lemah tidak akan lepas dari dirinya.  Sifat lemah,  kurang,  butuh,  fakir adalah unsur yang selalu melekat dan takkan terpisah dari fisik,  mental dan karakter manusia (Sifat Tsabitah)

Unsur eksternal pun, dengan berbagai bentuk dan variannya tidak akan bisa menghilangkan sifat kurang dan lemah itu. Harta,  pangkat,  kekuasaan,  keturunan, pendidikan,  gelar dan lain sebagainya tidak bisa menghilangkan sifat fakir pada diri seorang hamba. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

“Wahai manusia! Kalian adalah orang-orang fakir (yang memerlukan Allah) dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), lagi Maha Terpuji” [Surat Fathir ayat 15]

Inilah perbandingan antara manusia yang serba kurang dan Allah yang Maha Sempurna. Barangsiapa mengenal Rabbnya maka dia akan mengenal dirinya sendiri.  Barangsiapa mengenal bahwa Allah Maha Kaya tanpa batas maka dia akan menyadari bahwa dirinya adalah hamba yang sangat fakir.  Barangsiapa mengenal Allah bahwa Dia Maha Kuat,  dia akan menyadari kelemahan dirinya. Barangsiapa menyadari luasnya ilmu Allah,  dia akan menyadari kebodohan dirinya. 

Ada dua tipe manusia dalam hal ini ;

📝 Ada yang menyadari akan kelemahan dan kefakiran dirinya kepada Allah.  Maka diapun selalu memohon bantuan kepadaNya, golongan inilah yang akan selalu dibimbing dan diberi petunjuk oleh Allah untuk bisa mendapatkan ridhoNya. 

📝 Tipe kedua adalah orang tidak sadar akan kefakirannya kepada Sang Khaliq yang Maha Kaya.  Tipe ini sebagian benar-benar tidak merasa butuh kepada Allah di semua sisi kehidupannya, dan sebagian butuh kepada Allah hanya pada sebagian sisi kehidupannya.  Golongan inilah yang berkarakter sombong dan jauh dari keridhoan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Hamba yang diridhoi Allah adalah hamba yang selalu merasa butuh dan fakir kepada Allah kapan, dimana dan dalam kondisi apapun dia berada.

  

️ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *