Kekuatan Fisik Bukanlah Penentu

Allah berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.”. (Al Ankabuut; 41)

Sebuah kata benda dalam bahasa Arab terbagi menjadi dua, yaitu kata benda mudzakkar (laki-laki) dan kata benda muannats (perempuan). Kata benda tersebut mempengaruhi kata kerja yang dilekatkan padanya. Contoh; kata kerja “نام” (tidur) :
*) Jika dilekatkan kepada Ali (kata benda laki-laki / mudzakkar), maka pernyataan yang benar adalah :

نَامَ عَلِيٌّ

(Ali tdur)

*) Jika dilekatkan kepada Fathimah, maka kata kerja yang benar untuk dipasangkan dengan kata benda itu harus ditambahkan huruf “ta” yang menandakan perempuan. Maka pernyataan yang benar adalah :

نَامَتْ فَاطِمَةُ

(Fathimah tidur)

Jika uraian singkat di atas telah dipahami, maka ayat yang dibawakan mengawali rubrik ini menyebutkan tentang fenomena yang terjadi pada laba-laba, yang dalam bahasa Arabnya adalah “al ankabuut”. Allah berfirman; “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba (al ankabuut) yang membuat (ittakhadzat) rumah (baytan).”.

Beberapa orang kafir yang mencoba mencari-cari celah kesalahan Al Quran berkata bahwa ayat ini menurut aturan bahasa Arab adalah salah. Mereka berkata; kata “al ankabuut” (laba-laba) adalah kata yang masuk dalam kategori “mudzakkar” (laki-laki). Tetapi dalam Al Quran dipasangkan dengan kata kerja “ittakhadzat” (membuat) yang seharusnya dipasangkan pada jenis kata benda muannats (perempuan). Jadi seharusnya (dalam asumsi mereka) ayat itu berbunyi;

كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَ بَيْتًا

Benarkah asumsi mereka itu ?

Dalam penelitian ternyata ditemukan bahwa jenis laki-laki dari laba-laba tidak memiliki kemampuan untuk membuat rumah (sarang)nya. Yang bertugas membuat rumah adalah laba-laba betina. Adapun laba-laba jantan, hanya mengeluarkan benang yang digunakan untuk bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Penelitian tersebut membungkam klaim yang dinyatakan oleh orang-orang kafir untuk membuat kaum muslimin ragu terhadap kebenaran Al Quran. Sebaliknya, penelitian tersebut membuktikan kebenaran Al Quran, sekaligus menunjukkan bahwa Al Quran itu berisi mukjizat (menyingkap fenomena alam yang baru terungkap beberapa zaman setelah diturunkannya).

Olehnya, benarlah jika Allah menyandingkan kata kerja “ittakhadzat” (membuat) dengan kata benda “al ankabuut” (laba-laba) dalam ayat tersebut untuk memberi isyarat kepada kita bahwa yang membangun sarang itu adalah jenis laba-laba betina dan bukan jenis laba-laba jantan.

Demikian diantara penjelasan ayat tersebut, meski ada juga yang menyatakan bahwa kata “ankabuut” adalah kata yang boleh digolongkan sebagai mudzakkar dan boleh pula digolongkan sebagai muannats.

Rumah Yang Buruk

Tahukah anda, setelah melahirkan, betina laba-laba membunuh pejantannya dan membuangnya ke luar sarang. Lantas, setelah anak-anak laba-laba tersebut menjadi dewasa, anak-anak itu juga membunuh ibunya dan membuangnya ke luar sarang ?!.

Sungguh, rumah yang sangat aneh, rumah yang sangat buruk.

Fisik Yang Kuat Bukan Penentu

Sarang laba-laba, sebuah penelitian menyatakan bahwa benang sutra laba-laba yang membentuk jaring laba-laba lima kali lebih kuat daripada benang serupa yang terbuat dari baja. Begitu kuatnya jaring laba-laba tersebut secara fisik. Namun betapapun kuatnya sebuah rumah secara fisik, jika dihuni oleh mereka yang berperangai aneh lagi buruk; tetaplah dinyatakan rumah itu sebagai selemah-lemah rumah dan seburuk-buruknya. Rumah yang sejatinya tempat berteduh dan bercengkrama dengan keluarga, seketika akan berubah menjadi neraka jika dihuni oleh mereka yang berperangai aneh lagi buruk. Demikianlah firman Allah;

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.”. (Al Ankabuut; 41)

Mereka berharap tuhan-tuhan mereka dapat memberi ketenangan dan menjadi pelindung baginya. Namun ternyata, justru menjadi bencana atas mereka.

Wallahu a’lam bis shawaab.

✍️ Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc
Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *