Keinginan Membalas dengan yang Lebih Baik

Sifat orang shaleh,  apabila mendapatkan kebaikan dari orang lain dia akan berusaha membalas kebaikan itu dengan yang lebih baik.  Sifat ini telah melekat di kalangan para Nabi,  diantaranya Nabi Ibrahim Alaihissalam.  

Dalam kisah Nabi Ibrahim ketika kedatangann tamu,  Allah Subhanahu wata’ala berfirman :  

(هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ * إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ)

“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?. (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, “Salaman” (salam), Ibrahim menjawab, “Salamun” (salam). (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya”. (Surat Adz-Dzariyat ayat 24 – 25)

Sebagian ulama menjelaskan bahwa jawaban salam Nabi Ibrahim yaitu “salaamun” lebih berkualitas dari salam yang disampaikan oleh para malaikat yang menjadi tamu Nabi Ibrahim yaitu “salaaman” . Itu karena dalam bahasa arab kata “salaamun” dalam ayat ini bentuknya masuk ke dalam kategori bentuk isim (kata benda) dan kata benda menunjukkan makna tetap dan tidak terbatas waktu.  Simpelnya disimpulkan secara tersirat dari jawaban salam beliau ini,  bahwa Nabi Ibrahim mendoakan tamu- tamunya dengan keselamatan yang terus menerus , tetap dan tidak terbatas waktu.

Adapun salamnya para tamu (Malaikat) yaitu “salaaman” , bentuk kalimatnya termasuk ketegori bentuk fi’il (kata kerja) dengan akhir kata “salaaman” ini bernashob (berfathah) yang menunjukkan kata sebelumnya adalah kata kerja.  Dan kata kerja dalam bahasa arab berkaitan erat dengan waktu,  bukan makna yang tetap.

Maka doa salam Nabi Ibrahim lebih berkualitas dan bermakna, karena beliau meminta agar keselamatan itu terus menerus menyertai tamu dan tidak ada batasan waktu,  di mana doa keselamatan (salam) dari para tamu berbatas pada waktu itu saja.

 ni sesuai dengam adab yang telah diperintahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala :

 (وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا)

‘Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu. [Surat An-Nisa’ ayat 86]

Dan orang baik itu selalu membalas sesuatu yan baik dengan yang lebih baik. Wallahu A’lam

 

Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *