Jelang Kepergiannya

image_pdfimage_print

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat, dan bertabur kebaikan. Olehnya, sungguh celaka orang-orang yang melaluinya tanpa makna dan kesan. Suatu ketika, disaat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- akan naik ke mimbarnya, tiba-tiba saja Beliau mengucapkan “amin” sebanyak tiga kali. Ketika usai khutbah, Beliau ditanya akan hal itu. Lantas Beliau berkata bahwa tadi malaikat Jibril mendatanginya dan berdoa. Satu diantara dia itu adalah;

شقي عبد أدرك رمضان فانسلخ منه ولم يغفر له

“Sungguh celaka seorang hamba yang mendapati Ramadhan, lantas Ramadhan –pun berlalu, sedang dosanya belumlah terampuni.”. (HR. Bukhari, di dalam “al Adab al Mufrad”, hal. 224). Maka mendengar doa Jibril tersebut, Rasulullah –kemudian- mengatakan: “amin” (ya Allah kabulkan doa Jibril –‘alaihissalaam-).

Diantara kebaikan dan rahmat yang berada di bulan mulia ini adalah lailatul qadr (malam kemuliaan), malam diturunkannya al Quran. Allah berfirman dalam surah al Qadr, ayat: 3-5;

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”.

تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”.

سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.”.

Demikianlah kemuliaan malam tersebut. Olehnya, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- menyuruh kita bersungguh-sungguh menghidupkan malam itu dengan beribadah kepada Allah, karena sesungguhnya orang yang diharamkan menghidupkan malam tersebut dengan ibadah, maka sungguh ia telah diharamkan dari sebuah kebaikan yang teramat besar. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda tentang keutamaan yang terdapat dalam bulan Ramadhan;

فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا قَدْ حُرِمَ

“Di dalam bulan tersebut terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang diharamkan (dihalangi) kebaikannya (tidak menghidupkannya dengan beribadah), maka sesungguhnya ia itu telah diharamkan (untuk mendapatkan kebaikan yang teramat besar dan agung).”. (HR. Ahmad, 59/12)

Bila ditanyakan; “Kapan gerangan lailatul qadr itu ?”. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, menjawab pertanyaan tersebut;

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Bersungguh-sungguhlah mencarinya pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.”. (HR. Bukhari, 2/710). Abdullah bin Abbas –radhiyallahu ‘anhuma- berkata;

أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنِّي شَيْخٌ كَبِيرٌ عَلِيلٌ يَشُقُّ عَلَيَّ الْقِيَامُ فَأْمُرْنِي بِلَيْلَةٍ لَعَلَّ اللَّهَ يُوَفِّقُنِي فِيهَا لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ قَالَ عَلَيْكَ بِالسَّابِعَةِ

“Pernah seorang laki-laki mendatangi Rasulullah –shallallahu ’alaihi wa sallam- dan berkata kepadanya; wahai Rasulullah, sesungguhnya saya sudah berat untuk berdiri (melaksanakan shalat), usia saya telah lanjut dan sayapun sakit-sakitan. (Mendengarnya) Rasulullah –shallallahu ’alaihi wa sallam- memerintahkanku untuk menjaga satu malam, semoga di malam itulah lailatul qadr akan turun. Beliau bersabda; jagalah malam ke-27.”(HR. Ahmad, no. 2149). (Selengkapnya tentang lailatul qadr, di http://abujola.com/lailatul-qadr/)

Diantara kebaikan dan keberkahan di bulan ini adalah syari’at mengeluarkan zakat fithri

Apa tujuannya ?.

Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma- berkata;

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

“Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan seorang yang berpuasa dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia dan untuk memberi makan kepada orang-orang miskin.”. (HR. Abu Daud, 2/25)

Siapa saja yang wajib mengeluarkannya ?

Ibnu Umar –radhiyallahu ‘anhuma- berkata;

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ … عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ

“Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah mewajibkan zakat fithri … atas budak dan orang merdeka, atas perempuan dan laki-laki, dan atas anak-anak dan orang dewasa dari kalangan kaum muslimin.”. (HR. Bukhari, 3/570). Olehnya, wajib bagi setiap orang yang disebutkan dalam hadits tersebut dan memiliki persediaan beras yang cukup buat dirinya dan orang-orang yang berada dalam tanggungannya pada hari I’ed dan malam harinya; -wajib bagi mereka- mengeluarkan zakat fithrinya dan zakat fithri orang-orang yang wajib untuk dinafkahinya.

Berapa kadarnya ?

Ibnu Umar –radhiyallahu ‘anhuma- berkata;

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ …

“Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah mewajibkan zakat fithri sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum …”. (HR. Bukhari, 3/570)

1 Sha’ = 4 mud

1 Mud = 600 gr

1 Sha’ = 2400 gr = 2,4 kg / 1 kg (dibulatkan)

Konversi ke berat ke liter beras :

1 kg beras = 1.32802124834 Liter

2,4 kg = 3.1872509960159 Liter

Di Indonesia, dibulatkan menjadi 3,5 Liter untuk lebih hati-hati. (Lihat at-Tahdziib Fi Adillati Matni al-Ghaayah wa at-Taqriib, hal. 105; Lihat disini; dan simak juga penjelasan syaikh Abu Bakar al-Jazaairi dalam rekaman ceramahnya.).

Kepada siapa dan kapan dikeluarkan ?

Zakat fithri wajib dikeluarkan kepada orang-orang fakir dan miskin. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda tentang tujuan disyari’atkannya zakat fithri;

…وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

“(Agama telah mewajibkan zakat fithri) … untuk memberi makan kepada orang-orang miskin (di hari raya itu).”. (HR. Abu Daud, 2/25)

Zakat fithri boleh mulai dikeluarkan dua hari atau sehari sebelum hari raya. Dan batas akhir dikeluarkannya adalah sebelum usai pelaksanaan shalat I’ed. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda tentang batas akhir waktu penyaluran zakat fithri;

مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

“Barangsiapa menyalurkannya sebelum shalat I’ed, maka yang dikeluarkannya itu adalah zakat yang diterima. Namun barangsiapa yang mengeluarkannya setelah shalat I’ed, maka yang dikeluarkannya itu tidak lain adalah sesuatu yang bernilai sedekah, sama dengan sedekah-sedekah lainnya.”. (HR. Abu Daud, 2/25). Ibnu Umar –radhiyallahu ‘anhu- berkata tantang waktu penyaluran zakat fithri;

وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

“Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan menyalurkan zakat fithri tersebut sebelum orang-orang pergi melaksanakan shalat I’ed.”. (HR. Bukhari, 3/570). Demikian pernyataan Ibnu Umar tentang waktu penyaluran zakat fithri itu. Namun Beliau menyalurkannya sehari atau dua hari sebelumnya (HR. Bukhari, 3/586), yang menandakan bahwa batas hari itu –pun adalah boleh. Dalam keterangan lain, dari Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- tentang maksud ditentukannya batas pembagian zakat sebagaimana waktu tersebut;

أَغْنُوهُمْ عَنْ طَوَافِ هَذَا الْيَوْمِ

“Cukupkanlah (kebutuhan pangan) mereka, agar tidak keluar (meminta-minta) pada hari raya ini.”. (HR. Baihaqi, 4/175) (Untuk penjelasan lebih detail tentang zakat fithri, silahkan di https://irfanzain.com/2019/05/29/zakat-fithri/fikih/abujola/

Hal lain yang ingin disampaikan melalui goersan singkat ini, bagi orang-orang yang tidak sanggup berpuasa karena;

  • Sakit menahun yang tidak lagi diharapkan kesembuhannya.
  • Karena usia yang telah lanjut
  • karena hamil dan atau menyusui

Maka bagi mereka diwajibkan membayar fidyah kepada seorang miskin dari setiap hari di bulan tersebut. Bila jumlah hari dibulan Ramadhan adalah 30 hari, maka ia wajib membayar fidyah sebanyak 30 X 1 mud = 30 X 600 gr = 18000 gr = 18 kg = 23.90438247012 Liter, kepada 30 orang fakir miskin (masing-masing orang mendapat 1 mud=0,79/1 liter).

Demikian beberapa hal yang ingin kami ingatkan kepada saudara-saudara kami seiman di hari-hari akhir bulan yang mulia ini. Semoga Allah menerima ssegala amalan kami dan segala amalan shaleh saudara-saudara kami seiman. Dan semoga Ia berkenan mengampuni dosa-dosa kami dan dosa seluruh kaum muslimin di bulan yang berkah ini.

Jum’at, 26 Ramadhan 1440 H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *