Jangan Bersedih Bila Belum Berhasil Mendidik

Allah Subhaanahu wata’ala berfirman :

(فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا)

“Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an”. [Surat Al-Kahfi ayat 6]

Ayat ini adalah bimbingan dan sekaligus merupakan hiburan bagi Nabi Shallallahu alaihi wassalam yang merasa sangat sedih bila orang- orang berpaling dan tidak beriman kepada Al-Qur’an.  Sebaliknya beliau akan sangat senang bila orang-orang mau beriman kepada Al-Quran.

Dalam ayat ini ada pelajaran yang sangat berharga bagi Nabi Sallallahu alaihi wasallam dan orang-orang yang melanjutkan estafet dakwah beliau dari kalangan para dai,  ulama, pendidik dan pencerah.  Demikian ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh As Sa’die rahimahullah :  

“Kewajiban orang yang diperintah mengajak orang lain menuju Allah adalah hanya menyampaikan dan bekerja keras dengan segala upaya agar orang tersebut dapat diberikan hidayah dan ia terus berusaha secara maksimal menutup segala pintu kesesatan dan penyimpangan. Bila mereka mendapat hidayah maka itulah harapannya, tapi kalau tidak maka hendaknya jangan larut dalam kesedihan, karena akan membuat kita tidak semangat, membuat frustasi dan tiada guna. 

Namun hendaknya dia terus fokus pada kewajibannya untuk menyampaikan dan fokus membimbing. Adapun bila sudah berusaha dan belum berhasil maka itu diluar kuasanya.  Bila Nabi saja diperingakan oleh Allah :  

(إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ)

“Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk “. [Surat Al-Qashash ayat 56]. Dan bila Nabi Musa saja berkata :

(قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي)

“Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku” [Surat Al-Ma’idah ayat 25]. Lalu agaimana bagaimana dengan kita?, yang bukan Nabi dan bukan pula seorang ulama, yang mana kualitas dan tingkatan dakwah dan didikan kita tentu di bawah standar mereka. 

Wahai para pendidik, tugasmu hanya berdakwah,  mendidik dan membimbing. Jangan bersedih bila dakwah dan bimbinganmu belum diterima. Serahkanlah hasilnya kepada Allah.

 

Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *