Jangan Baper, Tapi Hadirkanlah Bukti dan Alasanmu

Allah Ta’ala berfirman:

وَجَاءُوا أَبَاهُمْ عِشَاءً يَبْكُونَ . قَالُوا يَاأَبَانَا إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِنْدَ مَتَاعِنَا فَأَكَلَهُ الذِّئْبُ وَمَا أَنْتَ بِمُؤْمِنٍ لَنَا وَلَوْ كُنَّا صَادِقِينَ

“Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambal menangis. Mereka berkata; “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia di makan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar.”. (Yusuf; 16-17).

Potongan ayat ini adalah cuplikan dari kisah panjang perjalanan hidup nabiullah Yusuf ‘alaihissalam bersama para saudaranya.

Ketika telah berhasil membujuk ayahnya (nabiullah Ya’kub) agar mengizinkan mereka pergi bermain bersama dengan Yusuf ‘alaihissalam, dan setelah berhasil menjalankan makar mereka kepada nabiullah Yusuf ‘alaihissalam; maka datanglah mereka menghadap ayahnya dengan membawa bukti palsu hendak mengelabuhi ayahnya tersebut. Dan untuk memperkuat bukti itu, mereka juga datang dalam keadaan menangis untuk menunjukkan kesedihan mendalam yang mereka rasakan.

Tangis saudara-saudara Yusuf ‘alaihissalam, tangis kebohongan …

Berkenaan dengan tangis seperti demikian, Syuraih al Qadhi pernah didatangi oleh seorang wanita yang bersengketa dan mengadukan masalahnya. Wanita itu datang dengan menangis sejadi-jadinya. Melihat pemandangan memilukan demikian, seorang yang menghadiri majelis tersebut berkata kepada Syuraih; “Sungguh wanita ini sedang terdzhalimi.”. Syuraih berkata; bukankah dahulu saudara-saudara Yusuf juga datang ke ayah mereka dalam keadaan menangis ?!. Sungguh –kata Beliau- saya tidak akan memutuskan perkara karena sebuah tangisan. Namun saya akan memutuskannya secara adil berdasarkan bukti-bukti yang benar.

Dari kisah tersebut dipetik pelajaran bahwa tidak boleh bagi seorang tergesa-gesa dalam memutuskan perkara semata dengan bermodalkan perasaan. Namun hendaknya dia betul-betul meneliti keterangan dan bukti-bukti yang dihadirkan oleh pihak-pihak yang bersengketa agar dengan itu ia bisa menetapkan hukum secara benar.

✍️ Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc
Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *