Jangan Anggap Kecil, Bisa Celaka !

Dalam surat Al-Kahfi ayat 49 Allah Subhanahu Wata’aala berfirman :

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَاوَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorangpun juga.”.

Banyak dari kita, dengan kelemahan iman dan daya nalar, ternyata tertipu dengan dengan satu diantara perangkap syaithan, menyepelekan dosa–dosa kecil.

Persepsi bahwa dosa kecil adalah hal yang ringan, mudah dihapus, tidak sampai menjerumuskan ke dalam api neraka, dan anggapan lainnya,  hingga menganggapnya sepele; itulah  satu diantara jejaring syaithan.

Namun sadarlah, semua dosa, baik yang besar maupun yang kecil, akan tertulis dalam catatan amal, dan tidak ada satupun yang tertinggal. Semua akan dibalas oleh Allah Subhanahu Wata’aala. Dan bisa jadi, hal yang dahulu “dianggap kecil” seketika itu justru menjadi sumber malapetaka terbesar bagi pelakunya.

Ayat di atas adalah sebagai peringatan bagi hamba agar tidak sekalipun menganggap kecil suatu dosa.

Sebagaimana amalan sholeh, sekecil apapun  tidaklah boleh dianggap remeh; begitulah dosa, sekecil apapun, tidak boleh dianggap remeh. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam juga pernah mengingatkan :

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ، فَإِنَّمَا مَثَلُ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ كَقَوْمٍ نَزَلُوا بَطْنَ وَادٍ، فَجَاءَ ذَا بِعُودٍ، وَجَاءَ ذَا بِعُودٍ حَتَّى أَنْضَجُوا خُبْزَتَهُمْ، وَإِنَّ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ مَتَى يُؤْخَذْ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكْهُ

“Berhati-hatilah kalian dari dosa-dosa yang dianggap remeh. Sesungguhnya dosa-dosa yang dianggap remeh itu bagaikan sekelompok orang yang turun ke suatu lembah; yang satu membawa kayu bakar (untuk menyulut api) , yang lain pun membawa kayu bakar, hingga dengan itu mereka mampu memasak roti. Sesungguhnya dosa-dosa yang dianggap ringan bila dilakukan seseorang (secara berulang-ulang), akanlah menghancurkannya.”. (HR. Ahmad)

Sebagian ulama salaf dengan sifat wara dan hikmahnya menasihati :

لاَ تَنْظُر إِلَى صِغَرِ المَعْصِيَةِ، وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى عَظَمَةِ مَنْ عَصَيْتَ

“Jangan engkau lihat kecilnya maksiat tapi lihatlah keagungan siapa yang engkau bermaksiat kepada-Nya ”.

Waffaqanallahu jami’an ilaa kulli khairin wallahu yubaarikuna wa iyyakum.

 

️ Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc 

Tim kajian ilmiyah albinaamenyapa

2 Replies to “Jangan Anggap Kecil, Bisa Celaka !”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *