Istidraj

Banyak diantara manusia, melakukan hal atau menggeluti profesi yang bertentangan dengan hukum Allah, kemudiaan Allah memberinya kemudahan untuk terus eksis dalam dunia yang digelutinya itu, bahkan menjadikannya seorang miliader berkat usaha atau profesi haram yang digelutinya itu. Ia pun merasa bangga dengan kesuksesannya itu, bahkan tidak jarang ia –tanpa perasaan bersalah atau malu- meminta kepada Allah untuk dieksiskan dalam profesinya itu, padahal Allah justru yang telah mengharamkan profesi atau usaha tersebut; sungguh hal yang amat miris.

Keberhasilannya telah menjadikannya merasa benar dan menjadikannya sombog. Ia tidak lagi perduli dengan nasehat yang diberikan kepadanya, bahkan meski yang menasehatinya itu adalah seorang ulama. Bahkan tidak berhenti pada titik itu saja, ia pun tidak segan mengolok-olok ulama yang menasehatinya itu. Terhadap mereka, Allah berfirman :

 اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُون

“Allah –juga- mengolok-olok mereka, (yaitu dengan) membiarkan mereka terus terlena dan larut dalam penyimpangannya.”. (Al Baqarah; 15)

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِين

“Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa apa yang Kami berikan kepada mereka berupa penangguhan (dan kelapangan hidup) adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi keluasan itu kepada mereka, hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.”. (Ali Imraan; 178)

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”. (Al An’aam; 44)

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ (182) وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh dan (keleluasaan) kepada mereka. Sesungguhnya makar-Ku ini (atas mereka) amat teguh.”. (Al A’raaf; 182-183). Tentang firman-Nya, “Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur kearah kebinasaan (istidraaj)”, sebagian ulama menafsirkannya;

كلما أحدثوا ذنباً أحدث لهم نعمة وهي في الحقيقة نقمة

“Setiap kali mereka melakukan maksiat, setiap kali itu pula Allah memberikan nikmat kepada mereka, yang sebenarnya adalah kehancuran atasnya.”. (Tafsir Ibnu Katsir). Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam- bersabda;

إذا رأيت الله تعالى يعطي العبد من الدنيا ما يحب و هو مقيم على معاصيه فإنما ذلك منه استدراج

“Bilamana engkau melihat Allah melapangkan dunia seorang yang selalu saja melakukan maksiat kepada Nya, maka ketahuilah itu adalah istidraaj .”.

Istidraaj , demikianlah tipuan Allah kepada mereka yang sombong dengan kemaksiatan yang dilakukannya. Olehnya, waspadalah terhadapnya. Semoga Allah melindungi kita semua dari sifat sombong, fasik dan kufur.

 

 ️ Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *