Ilmu dan Pengalaman, Modal Kesabaran

Allah Subhanahu wata’ala berfirman tentang perkataan Khidhir kepada Nabi Musa Alaihissalam : 

قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا . وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَىٰ مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا

“Dia (Khidir) menjawab, “Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”. [Surat Al-Kahfi ayat 67 – 68]

Dalam ayat ini,  secara tersirat diambil faidah bahwa diantara pendorong seseorang untuk bisa bersabar menghadapi problem adalah dia berilmu dan memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang tabiat problem yang sedang dihadapi. 

Seorang suami istri akan lebih terdorong untuk bisa bersabar dalam menghadapi problem rumah tangga bila keduanya memahami tabiat dari kehidupan bahtera rumah tangga.

Seorang pengusaha akan lebih bisa bersabar bila dia memahami dunia bisnisnya

Seorang dai,  bila memahami tabiat dakwah,  meresapi makna harapan dan tantangan dalam mengajak umat untuk menghamba kepada Allah,  akan menjadi ringan baginya segala aral dan ujian dalam berdakwah.

Begitu pula seseorang  yang ingin mendapatkan ilmu,  maka bila memahami dengan benar tabiat ilmu dan tabiat cara mendapatkannya,  diapun akan lebih bisa bersabar dalam menuntut ilmu.

Tambahlah ilmu dan pengalaman tentang tabiat problem yang sedang dihadapi niscaya akan menjadi pendorong untuk selalu sabar dalam menghadapinya.

Wallahu A’lam

 

️ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *