Hamba Allah di Semua Waktu

Dalam surat Al – Hijr Allah Subhanahu wata’aala berfirman :

 فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ . وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِين

“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat), dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)” .[Surat Al-Hijr ayat 98 – 99]

Ayat ini adalah perintah untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga untuk kita semua sebagai umatnya, agar selalu bertasbih mensucikan Allah, memujiNya dan agar kita terus beribadah dan menghamba kepadaNya sampai ajal menjemput.

Dari awal penciptaan, memang kita adalah hamba Allah dan diperintahkan untuk benar-benar menjadi hambaNya. Dan dalam kondisi serta situasi apapun, dan sampai masa kapanpun kita tak akan pernah keluar dari posisi sebagai hamba Allah.

Kita adalah para hamba-Nya di semua waktu. Oleh karena itu, dalam kehidupan seorang hamba, tidak boleh terpisah antara penghambaannya kepada Rabb dengan waktu yang dia jalani, walaupun  hanya sekejap. Waktu dan ibadah adalah dua hal yang terus terkait dan tidak terpisah dalam kehidupannya sampai tetes darah penghabisan. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (Surat Ali ‘Imran ayat 102). Imam Hasan Al-Bashrie mengatakan :

إن الله لم يجعل لعمل المؤمن أجلا دون الموت

“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan pembatas waktu (ajal) untuk amalan seorang hamba selain kematian.”.

Seluruh hal ini mendorong kita semua untuk selalu dan terus beribadah kepada Allah dan juga terus meningkatkannya, baik dari kuantitas ataupun kualitas, tanpa memilah dan memilih, namun di semua waktu dan keadaan.

Bulan Ramadhan yang penuh berkah telah berlalu. Namun ibadah dan penghambaan kita kepada Allah tentu tidaklah berakhir hanya karena berlalunya bulan yang padanya ada malam kemuliaan (lailatul qodar) tersebut. Kita diperintahkan untuk beribadah kepadaNya tanpa batas waktu.

Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai para hamba-Nya yang sejati yang mengamalkan segala perintahNya dan menjauhi segala larangan-Nya di seluruh waktu yang dianugerahkan olehNya.

  

️ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *