Hadits ke-37 : Perintah berlaku efisien dalam penggunaan air ketika bersuci

0
5

عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رضي اللهُ عنهم : أَنَّهُ كَانَ هُوَ وَأَبُوهُ عِنْدَ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , وَعِنْدَهُ قَوْمٌ , فَسَأَلُوهُ عَنْ الْغُسْلِ؟. فَقَالَ: صَاعٌ يَكْفِيكَ، فَقَالَ رَجُلٌ: مَا يَكْفِينِي , فَقَالَ جَابِرٌ: كَانَ يَكْفِي مَنْ هُوَ أَوْفَى مِنْك شَعَرَاً , وَخَيْراً مِنْكَ – يُرِيدُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ثُمَّ أَمَّنَا فِي ثَوْبٍ)) , وَفِي لَفْظٍ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُفْرِغُ الْمَاءَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاثاً

 

Dari Abi Ja’far Muhammad bin Ali bin Al Husain bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum, beliau dengan ayahnya pernah berada bersama Jabir bin Abdillah yang saat itu juga bersama beberapa orang lainnya. Mereka bertanya kepada Jabir tentang mandi besar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jabir berkata; “Satu sha’ adalah kadar (jumlah) air yang cukup bagi kamu.”. Mendengar itu, ada seorang yang berkata; “Kadar seperti itu tidaklah cukup bagi saya.”. Jabir berkata; “Kadar sebanyak itu telah cukup digunakan oleh seorang yang lebih lebat rambutnya daripada engkau dan lebih baik beragamanya daripada engkau, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan setelah itu beliau shalat mengimami kami dengan mengenakan pakaian yang dikenakannya ketika junub”. Dalam redaksi lain dikatakan, “Ketika itu, Rasulullah menuangkan air ke atas kepalanya sebanyak tiga kali.”.

 

Pelajaran dari hadits

Diantara pelajaran dari hadits ini adalah anjuran untuk berlaku efisien dalam penggunaan air khususnya ketika mandi dan ketika berwudhu. Dalam hadits ini disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi besar dengan menggunakan air sebanyak satu sha’ atau sebanyak empat air tampungan sepasang telapak tangan orang Arab (empat mud). Dalam keterangan lain disebutkan bahwa kadar air yang digunakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berwudhu adalah satu mud. Olehnya sebisa mungkin seorang hendaknya mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kadar air yang digunakannya di saat berwudhu dan di saat mandi.

Namun pun demikian anjuran untuk berlaku efisien itu, tentulah tidak dibenarkan bagi seorang berlebihan dalam membatasi kadar air yang digunakannya ketika mandi hingga menyebabkan mandi junubnya tidak sah.

Perlu diketahui bahwa penyebutan kadar air satu sha’ itu bukanlah berarti pembatasan. Tetapi penyebutan kadar itu sekali lagi merupakan anjuran untuk berlaku efisien dalam penggunaan air.

Pelajaran lain dari hadits ini bahwa tidak boleh seorang muslim menajadikan ketidakmampuannya dalam mengamalkan sunnah sebagai alasan untuk menolak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun hendaknya dia mengimani hal tersebut sebagai sunnah dan berdoa kepada Allah agar diberi kemudahan dalam mengamalkan sekecil apapun sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Leave a Reply