Hadiah makanan dari perayaan yang dilarang

image_pdfimage_print
Pertanyaan :

Bismillah,

Mau tanya Ustadz, saya sering di kirimi makanan dari tetangga untuk perayaan hari lahir anaknya. Apakah boleh saya memakannya ?. Jazakumullahu khairan

 

Jawab :

Merayakan hari ulang tahun bukanlah sebuah perkara yang dikenal di dalam Islam. Kebiasaan tersebut adalah diantara kebiasaan orang-orang non muslim yang diadopsi oleh orang-orang muslim –semoga Allah memberi hidayah Nya kepada mereka-. Sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda ;

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka mereka itu termasuk dalam golongan mereka.”. (HR. Abu Daud)

Olehnya, merupakan satu diantara kewajiban seorang muslim mengingatkan saudaranya yang khilaf agar kembali ke jalan yang benar dan meninggalkan segala hal yang dilarang dalam agama. Sebagaimana menjadi kewajibannya pula untuk tidak turut serta dalam segala acara yang dilarang oleh agama. Bila ia telah melakukan hal tersebut, maka dengannya ia telah menunaikan kewajibannya terhadap saudaranya yang khilaf tersebut.

Selanjutnya, jika ia tidak ikut serta dalam sebuah acara yang dilarang dalam agama, namun ia diberi kiriman hadiah berupa makanan, maka hukum asal makanan itu adalah halal.

Namun sebagian ulama melarang menerimanya sebagai bentuk siasat atau cara mencegah saudara kita yang khilaf tersebut agar tidak meneruskan kebiasaannya yang dilarang itu.

Tetapi jika dengan menerima hadiah tersebut dan tidak menolaknya ada maslahat yang justru lebih besar, misalnya; dengan menerimanya, ia akan lebih dekat dengan kita dan mudah menerima nasehat kita, maka –ketika itu- tidak mengapa menerima hadiah yang mereka kirim dan berikan kepada kita.

Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata berkenaan dengan hukum menerima hadiah yang diberikan oleh orang-orang kafir pada perayaan hari-hari besar keagamaannya;

وأما قبول الهدية منهم يوم عيدهم، فقد قدمنا عن علي -رضي الله عنه- أنه أتي بهدية النيروز فقبلها. وروى ابن أبي شيبة في المصنف: حدثنا جرير عن قابوس عن أبيه أن امرأة سألت عائشة، قالت: إن لنا ظآرا من المجوس، وإنه يكون لهم العيد فيهدون لنا. فقالت: أما ما ذبح لذلك اليوم فلا تأكلوا ولكن كلوا من أشجارهم.

“Adapun hukum menerima hadiah orang-orang kafir pada perayaan hari-hari besar keagamaannya, maka telah disebutkan keterangan dari Ali radhiyallahu ‘anhu bahwa Beliau menerima hadiah yang diberikan kepadanya berkenaan dengan perayaan hari Nairuuz. Ibnu Abi Syabah juga meriwayatkan dari Jariir, dari Qabuus, dari ayahnya bahwa ada seorang wanita pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha. Wanita itu berkata; kami memiliki kerabat dari kalangan majusi. Kerabat kami ini mengirimkan kami makanan pada hari besar keagamaannya, (bolehkah kami memakannya ?). Aisyah berkata; “Adapun sembelihannya, maka jangan engkau makan (sembelihan orang kafir selain Yahudi dan Nashrani haram dikonsumsi). Tetapi makanlah dari tetumbuhan mereka (makanan yang tidak dibuat dari hewan sembelihan).”. (Iqtidaa As Shiraat al Mustaqiim, 2/51-52)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *