Empat Syarat Bisa Meresapi Keagungan Al- Qur’an

Al-Qur’an adalah Firman Allah yang maha mulia.  Dialah kitab terbaik,  di dalamnya terdapat petunjuk untuk seluruh manusia.  Ilmu pengetahuan, ketinggian bahasa, kasih sayang,  obat dan segala yang dibutuhkan seorang hamba ada di dalam Al-Quran.

Itulah nilai kebesaran dari Al-Quran Al-Karim.  Kekuatannya tidak ada yang bisa menyaingi sampai menjadi mukjizat terbesar dari kerasulan Nabi Muhammad shallallahu alahi wa sallam.  Kekuatan dari sentuhan gaya bahasanya membuat orang – orang musyrik arab terpaksa mengatakan bahwa itu adalah sihir. Lalu bagaimana cara kita bisa merasakan dan meresapi makna agung dan dahsyatnya Al-Qur’an tersebut?

Dalam surat Qaaf ayat 37, Allah Subhanahu wata’ala dengan singkat dan padat menjelaskan bagaimana cara kita mengambil manfaat dan bisa meresapi makna agung dari Al-Quran.  Dia berfirman :

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

“Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (Surat Qaaf ayat 37)

Dari ayat ini setidaknya ada empat syarat yang harus ada,  yaitu :

1. Adanya Kekuatan dan efek yang dahsyat yang ditimbulkan oleh Al-Qur’an itu sendiri.  Ini adalah suatu kepastian dan tidak diragukan lagi. Hati yang sakit dan sempit bisa disembuhkan dan dilapangkan oleh Al-Qur’an.  Bahkan bilamana Al-Qur’an turun kepada gunung-gunung, niscaya gunung-gunung tersebut hancur lebur karena takut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Inilah yang tersirat dari firmanNya:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ

“Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan…”

2. Hati yang hidup, sehat dan segar yang bisa memahami dan meresapi makna Al-Qur’an. Hati bagaikan lidah,  dia baru bisa merasakan lezatnya makanan apabila lidah tersebut normal dan sehat. Namun apabila lidah sakit,  maka makanan selezat apapun tidak bisa dirasakan olehnya.  Begitu pula hati dengan Al-Qur’an.  Sedahsyat apapun efek yang ditimbulkan olehnya,  namun apabila hati orang membacanya sakit,  efek tersebut akan melemah dan bahkan bisa sirna sama sekali. Demikianlah isyarat dari firman Nya :

لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ

“…bagi orang-orang yang mempunyai hati… “

3. Serius,  khusyu dan konsentrasi dalam membacanya,  ini diisyaratkan oleh firmanNya :

أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ

“….atau yang menggunakan pendengarannya,…”

4. Bebas dari hal yang bisa melalaikan hati dan terhindar dari yang bisa mengurangi kekhusyuan hati dan konsentrasi.  Ini dari firman-Nya :

وَهُوَ شَهِيدٌ

“…sedang dia menyaksikannya”. Maksudnya bahwa hati yang tidak lalailah yang siap memahami Al-Qur’an.

Bila empat syarat ini terpenuhi, niscaya manfaat besar dari Al-Qur’an dan efek dahsyatnya bisa dirasakan dengan baik.

 Wallahu A’lam

 

️ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *