Derajat Sabar Tertinggi

Para Rasul Ulul Azmi adalah para hamba Allah yang level kesabarannya paling tinggi. Oleh karena itu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam diperintahkan untuk mengikuti kualitas sabar mereka.  Allah berfirman :

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ۚ بَلَاغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. (Surat Al-Ahqaf, ayat 35)

Level sabar yang paling tinggi adalah sabar dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya.  Inilah yang disebut dengan sabar ikhtiari,  yang mana seorang hamba bisa memilih, tetap pada rel aturan Allah atau keluar dari rel tersebut.

Berbeda dengan bentuk sabar kedua, yaitu sabar idthtirori,  yang mana seorang hamba tidak punya pilihan lainnya. Bersabar karena sakit,  musibah,  kecelakaan,  bencana alam dan lainnya,  yang mana kadang seorang hamba “terpaksa bersabar” dari ujian tersebut karena tidak ada plihan lain.  Oleh karena itu, Sabar ikhtiari lebih tinggi levelnya dari sabar idhtirori. 

Para Rasul Ulul Azmi,  dengan segala cobaan yang berat,  mereka tetap memilih berada di atas rel yang telah Allah gariskan.  Tetap berdakwah di jalan Allah,  mengajak umat untuk bisa menegakkan tauhid. Padahal bisa saja mereka keluar dari rel tersebut, meninggalkan perintah Allah untuk meninggikan kalimatNya. Dengan sabar level ini,  jadilah mereka sebagai para hamba pilihan Allah.

Nabi Yusuf Alaihissalam, bisa saja beliau mengikuti hawa nafsu dan syahwat beliau ketika digoda oleh seorang wanita.  Tapi beliau lebih memilih bersabar untuk tidak bermaksiat.  Padahal cobaan ini lebih berat daripada cobaan perlakuan saudara- saudaranya dulu. Pilihan untuk bersabar ini mengantarkan beliau menjadi hamba pilihanNya. 

Begitu pula para ulama dan orang-orang shalih lainnya,  mereka menjadi hamba pilihan Allah karena mereka adalah orang-orang yang penyabar,  termasuk di dalamnya sabar dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

 

Wallahu A’lam

  

️ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *