Bersabarlah, Wahai Saudaraku

Allah berfirman;

 وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.”. (Al Buruuj; 8)

Ayat ini kembali menyibak kenangan kita terhadap orang-orang shaleh terdahulu dengan segala fitnah yang menimpa mereka karena usahanya untuk mempertahankan keimanannya kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Mereka (orang-orang mukmin itu) dikumpulkan pada sebuah parit yang telah dipenuhi dengan kayu bakar. Lantas dibakarlah mereka dalam parit tersebut, sedang orang-orang kafir itu menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.

Demikianlah Allah menceritakan hal tersebut kepada orang-orang beriman agar mereka memiliki kesiapan untuk menghadapi berbagai macam fitnah yang pasti akan mereka hadapi sebagai konsukwensi dari keimanan yang ada dalam hati mereka.

Namun tahukah kita siapa mereka yang akan diuji tersebut ?. Mereka itu adalah :

*) Orang-orang beriman

*) Beramal shaleh

*) Berdakwah; menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran

Orang yang terkumpul tiga karakter demikian dalam dirinya, mereka itulah sasaran fitnah. Olehnya, mengakhiri surah Al Ashr, setelah menyebut tiga karakter tersebut, Allah berfirman; “Mereka senantiasa berpesan (saling menguatkan) untuk senantiasa bersabar”;

*) Bersabar dalam keimanan

*) Bersabar dalam amal shaleh

*) Bersabar dalam dakwah

Olehnya, jalan menuju Allah bukanlah jalan yang bebas hambatan. Betapa tidak, Allah berfirman;

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ . وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ 

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”. (Al Ankabuut; 2-3)

Orang-orang yang secara benar menjalankan keimanannya, pasti tidak akan lepas dari fitnah. Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam;

*) Diingkari

*) Ditawari segala kesenangan dunia

*) Dicerca dan dimaki

*) Diboikot

*) Diintimidasi

*) Disiksa

Seluruhnya telah Beliau jalani dengan sabar dan tulus semata mengharap ridho Allah.

Olehnya wahai saudaraku,

*) Jika ada upaya mengitimidasi kalian

*) Jika ada upaya menghancurkan karakter kalian

*) Jika fisik kalian disakiti …

oleh mereka yang tidak senang dengan keimanan kalian; bersabarlah karena itu adalah ujian bagi keimanan kalian.

Sebaliknya, wahai kalian yang senang menteror, mengintimidasi, memfitnah dan menyiksa orang-orang shaleh karena tidak senang terhadap keimanan dan ajakannya, maka ingat bahwa Allah tidak lengah dari sekecil apapun perbuatan dzhalim yang kalian timpakan kepada orang-orang yang dicintainya. Allah berfirman;

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.”. (Ibrahiim; 42)

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan fitnah (cobaan) kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.”. (Al Buruuj; 10)

 

️ Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *