Bermadzhab dan taklid ?

0
150

Pertanyaan :

Bolehkah Bertaqlid ?. Dan apakah seorang penuntut ilmu diharuskan untuk bertaqlid diawal jenjangnya dalam menuntut ilmu ?

Jawaban :

Secara istilah taqlid adalah mengikuti pendapat ulama atau madzhab tertentu tanpa mengetahui dalilnya.
Dalam beragama, asal yang wajib bagi seorang muslim adalah mengikuti dalil agama.
Namun demikian, dalam tingkatan kemampuan orang mengetahui dalil dan beragama atas dalil itu, ulama membaginya ke dalam 3 klasifikasi ;

  1. Para ulama mujtahid
  2. Penuntut ilmu (masuk didalamnya orang-orang yang masih sanggup mencari dan memahami dalil dalam batas terendah sekalipun).
  3. Orang awwam, yang tidak mampu mencari, terlebih memahami dalil.

Terhadap jenis yang ketiga ini, maka kewajiban mereka adalah bertaqlid kepada para ulama. Allah berfirman;

فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون

“Tanyakanlah kepada para ulama jika kalian tidak mengetahui.”. (An Nahl; 43)

Berbeda dengan kedua golongan selainnya, maka Allah berfirman;

قل هل يستوي الذين يعلمون والذين لا يعلمون

“Katakanlah adakah sama antara mereka yang mengetahui dan mereka yang tidak mengetahui ?!.”. (Az Zumar; 9)

Karena tidak sama, maka kewajiban mereka pun tidak sama. Kewajiban orang berilmu adalah beragama berdasarkan dalil yang telah dipelajarinya. Hanya saja, karena tingkat mereka dalam mempelajari, memahami dan menyimpulkan hukum dari dalil-dalil yang ada adalah berbeda, maka tentu tidak sama kewajiban yang dibebankan kepada ulama dan kewajiban yang dibebankan kepada penuntut ilmu.

Berjenjang dalam menuntut ilmu adalah hal yang dianjurkan. Menguasai sebuah madzhab dengan dalilnya, adalah diantara makna berjenjang.

Tidak satupun ulama madzhab yang menganjurkan pada pengikutnya untuk mengambil pendapat-pendapat mereka tanpa mengetahui dalil yang menjadi landasan dari pendapat mereka tersebut. Imam Ibnu al-Qoyyim al-Jauziyah rahimahullahu berkata:

وأن العالم قد يزل ولا بد ؛ إذ ليس بمعصوم ، فلا يجوز قبول كل ما يقوله ، و ينزل قوله منزلة قول المعصوم ؛ فهذا الذي ذمه كل عالم على وجه الأرض، وحرموه ، وذموا أهله وهو أصل بلاء المقلدين وفتنتهم ، فإنهم يقلدون العالم فيما زل فيه وفيما لم يزل فيه ، وليس لهم تمييز بين ذلك ، فيأخذون الدين بالخطأ – ولا بد – فيحلون ما حرم الله ويحرمون ما أحل الله و يشرعون ما لم يشرع ، ولا بد لهم من ذلك إذ كانت العصمة منتفية عمن قلدوه ،والخطأ واقع منه ولا بد

“Bahwasanya seorang alim itu kadang tergelincir. Dan itu pasti. Sebab dia tidak ma’shum (tidak terjaga dari kesalahan). Maka itu, tidak boleh menerima seluruh ucapannya. Tidak pula memposisikan pendapatnya seperti ucapan orang ma’shum (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). Inilah perkara yang dicela dan diharamkan oleh seluruh ulama di muka bumi. Mereka juga mencela pelaku taqlid seperti ini. Sikap taqlid buta merupakan sumber dari bencana dan fitnah, karena pentaqlid membebek sang alim, baik dalam kergelincirannya, maupun dalam perkara yang dia tidak tergelincir. Mereka tidak memiliki pembeda terhadap kedua perkara tadi. Akibatnya mereka (para ahli taqlid) mengambil agama dengan salah. Dan itu pasti. Makanya mereka menghalalkan yang diharamkan Allah, dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah, serta mensyari’atkan apa yang tidak disyari’at oleh-Nya. Perkara ini pasti mereka alami, karena kema’shuman tidak ada pada orang yang mereka taqlid kepadanya. Sementara, kesalahan itu pasti -ada saja- terjadi pada sang alim itu, tidak bisa tidak”. (Ibnu al-Qayyim, A’lam al-Muwaqqi’ien, 2/295).

Kesimpulan :

1. Mengamalkan agama berdasarkan dalil adalah kewajiban setiap muslim. Olehnya, “Mempelajari ilmu agama adalah kewajiban setiap muslim.”.
2. Mempelajari agama secara berjenjang adalah hal yang dianjurkan.
3. Mempelajari sebuah madzhab tertentu dan menekuninya adalah satu diantara upaya mempelajari agama secara berjenjang dan sistimatis.
4. Bagi mereka yang tidak lagi memiliki kemampuan untuk mencari dan mempelajari agama, maka dibolehkan bertaklid, yaitu dengan bertanya kepada seorang alim yang betul-betul dipercayainya memiliki kapabilitas yang baik dalam beragama dan menjelaskan hukum-hukum agama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here