Berdiri di Hadapan Allah pada Dua Pos

Allah Subhanahu Wata’ala memerintahkan para hamba untuk berdiri di malam hari,  sujud dan bertasbih mensucikanNya. Dan Dia memberi peringatan bahwa di belakang kehidupan seorang hamba ada hari yang sangat berat.  Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا . إِنَّ هَٰؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا

“Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meninggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakangnya” [Surat Al-Insan ayat 26 – 27]

Secara tersirat,  dalam dua ayat yang mulia ini Allah subhanahu wata’ala menjelaskan akan ada dua pos di mana seorang hamba berdiri di hadapan Allah Azza Wajalla;

  • Satu pos ada di dunia ini,  yaitu ketika seorang hamba berdiri di hadapan Allah di dalam sholatnya.
  • Dan pos kedua ada di akhirat,  ketika setiap hamba berdiri di hadapan Allah untuk diminta pertanggungjawabannya atas segala apa yang telah ia perbuat di dunia ini. 

Dua pos, pos di dunia dan di akhirat ini saling berkaitan erat.  Barang siapa di pos dunia dia sungguh-sungguh memperhatikan dan memberikan hak yang semestinya ketika dia berdiri di hadapan Allah,  maka pos kedua di akhirat,  ketika dia berdiri di hadapan Allah akan ringan dan mudah.

Namun, apabila ketika berdiri di pos dunia,  seorang hamba meremehkan, menganggap enteng dan tidak memberikan hak semestinya,  maka di pos akhirat akan menjadi sangat berat baginya dan akhirnya menjadi malapetaka yang maha dahsyat.

 Wal iyadzu billah.

  

️ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *