Allah Pasti Mengetahuinya

Mengangkat saksi atas sebuah muamalat atau akad yang dilakukan dengan orang atau pihak tertentu adalah hal yang dianjurkan.

 Ketika dibutuhkan, para saksi diminta kesediaannya untuk menyatakan persaksiannya itu. Pada titik inilah ujian bagi para saksi ;

📌 mungkin mereka akan mendapatkan berbagai macam penawaran yang menggiurkan dari pihak yang berkepentingan untuk dimenangkan

📌 mungkin juga mereka akan mengalami intimidasi

 Maka kepada para saksi, Allah berfirman ;

 وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ ۚ وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ [البقرة : 283]

 “Janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”.

Jika saja terhadap saksi yang menyembunyikan fakta dinyatakan bahwa itu adalah refleksi dosa yang ditimbulkan oleh hatinya, lantas bagaimana dengan mereka yang bersaksi palsu ?!. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menggolongkan persaksian palsu ini sebagai satu diantara dosa besar yang terbesar, bahkan Beliau mengulang-ulang penyebutannya, hingga sahabat yang mendengarnya terenyuh akan hal tersebut.

Kemudian, di penghujung ayat 283, dari surah Al Baqarah tersebut Allah berfirman ; “dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”.

 Semoga Allah senantiasa membimbing kita menjadi seorang yang ihsan, mampu menghadirkan Allah dalam segenap aktivitasnya.

 

️ Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc.

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *