Allah Maha Besar

Diantara nama Allah yang sangat mulia adalah Al-Kabiir yang bermakna “Yang Maha Besar”. Allah Subhanahu wata’aala berfirman menegaskan tentang salah satu nama dan sifat agungnya ini :

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”. [Surat Al-Hajj ayat 62]

Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah sematalah yang Maha Haq  Dan Dia lah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Adapun yang lain dari para makhluk-Nya, setinggi apapun  posisi dan kedudukan mereka, tetap saja mereka makhluk lemah, kerdil dan tidak memiliki kekuatan apapun.

Karena kemahasempurnaan  dan kemahabesaran Allah Subhanahu wata’aala tersebut, seorang hamba selalu memuji dan mengagungkanNya dengan sepenuh jiwa. Sebagaimana firman Allah :

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا

“Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya” [Surat Al-Isra’ ayat 111]

Allah juga memerintahkan agar kita selalu mengagungkanNya kapan dan dimanapun kita berada :

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

“Dan Tuhanmu agungkanlah!” [Surat Al-Muddatstsir ayat 3]

Inilah makna yang sangat dalam yang terkandung dalam takbir Allahu Akbar yang selalu diucapkan  seorang hamba. Lafadz agung nan penuh makna ini, tidak hanya berhenti sebatas di lidah saja, tapi meresap sampai hati menjadi akar  kokoh dari keyakinan bahwa Allah lah yang maha besar, maka Dialah yang pantas untuk kita sujud dan merendahkan diri, hanya Dia yang pantas kita harapkan, hanya kepadaNya kita minta pertolongan, hanya padaNya dan pada adzabNya kita merasa takut. Hanya syariatNya yang sempurna yang harus diterapkan di bumi. Hanya perintah dan laranganNya yang harus dilaksanakan secara mutlak tanpa terkecuali. Semua adalah karena kemahabesaran Allah Subhanahu wata’aala.

Allahu Akbar juga tidak sebatas di lidah saja, tapi dia meresap menjadi kekuatan besar yang dibuktikan dengan gerak dan tingkah laku terpuji  seorang hamba. Tidaklah dia rukuk dan sujud kecuali hanya kepada Allah Al-Kabiir. Tidak dia merendah kecuali kepada Allah dan syariatNya. Semua perasaan hati, pandangan, pendengarannya, gerak tangan dan langkah kakinya, semuanya terkandung di dalam nya makna dari Allahu Akbar.

Dan dalam berkorban dan berjuang menegakkan agama Allah tidaklah ada yang kita takuti dan kita harapkan kecuali Allah yang Maha Besar

  

️ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *