Allah, Dzat yang Maha Bijaksana

Di dalam Al-Quran Allah memerintahkan kita untuk mengenal nama-namaNya yang maha agung dan mengamalkan kandungan serta konsekuensi dari nama-nama tersebut . Allah Subhanahu wata’aala berfirman :

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. [Surat Al-A’raf ayat 180]

Diantara nama Allah yang Maha agung adalah Al-Hakim. Nama yang agung ini disebutkan dalam Al-Quran kurang lebih sebanyak 90 kali. Sering nama ini disandingkan dengan nama yang lain, seperti nama Aliim (Dzat yang maha mengetahui) seperti firman Allah :

وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

“Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhaanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”. [Surat Al-An’am ayat 83]

Di kesempatan lain, nama Al-Hakim disandingkan dengan nama Al-Aziiz (Dzat yang Maha Perkasa ) seperti firmanNya :

وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

“Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Surat Ali Imran ayat 126)

Al-Hakim dijelaskan oleh para ulama bahwa maknanya adalah “Dzat yang maha bijaksana dalam perkataan, hukum dan takdirnya”. Nama Al-Hakim disandingkan dengan nama Al-Aliim dan Al-Aziiz menunjukkan bahwa hikmah dan kebijaksanaan Allah bersumber dari ilmu dan keperkasaanNya yang tiada tara.

Bagi kita para hambaNya, nama ini memiliki makna yang sangat dalam dan amat luhur sebagai bekal untuk menapaki kehidupan menghamba kepadaNya.
Dengan nama Al-Hakim ini, seorang hamba akan memahami bahwa semua perintah dan larangan agama tanpa terkecuali mengandung hikmah dan manfaat bagi hamba itu sendiri. Tidaklah ada suatu perintah dari Allah kecuali itu mengandung kebaikan dan tidaklah ada suatu larangan dari Allah, kecuali pasti di dalamnya ada keburukan dan penyebab kehancuran. Dan tidaklah ada peraturan yang lebih baik, lebih adil dan lebih sempurna daripada peraturan Allah. Peraturan Allah adalah peraturan yang penuh dengan hikmah dan satu-satunya peraturan yang bisa membahagiakan manusia.

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” [Surat Al-Ma’idah ayat 50]

Dalam mengarungi manis – pahitnya kehidupan ini, seorang hamba dengan makna yang dalam dari nama Al-Hakim, akan memahami bahwa seluruh suratan dan takdir dariNya adalah baik dan bernilai positif, karena takdir tersebut terjadi atas hikmah dan kebijaksanaan Allah Subhanahu wata’aala. Oleh karena itu, bila kita diterpa musibah dalam hidup ini, ingatlah bahwa musibah tersebut adalah takdir Allah yang penuh hikmah.

Dalam membaca dan memahami kitabNya yang agung, makna Al-Hakim akan lebih menjadikan bacaan kita khusyu dan bermakna. Karena kita meyakini bahwa setiap kata bahkan huruf dalam Al-Quran, tidaklah kita baca kecuali semuanya mengandung hikmah dari Allah Al-Hakim, dan semua perkataan Allah terbebas dari hal yang batil dan tidak bermanfaat.

Wallahu A’lam

 

✍️ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc
Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *