Nabi Ibrahim dan Kesholihan Keluarga

Dalam surat  Ibrahim ayat 39-40, Allah berfirman menceritakan tentang syukur dan doa Nabi Ibrahim : 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ . رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishak. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. [Surat Ibrahim ayat 39 – 40]

Di antara profil keluarga sukses dalam menghamba kepada Allah adalah keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam.  Siti Sarah dan Siti Hajar,  dua wanita mulia didikan ulet Nabi Ibrahim Alaihissalam.  Nabi Ismail dan Nabi Ishaq,  dua hamba dan rasul pilihan Allah,  adalah diantara cahaya keberkahan yang lahir dari rumah pendidikan Ibrahim Alaihissalam.  Bahkan tidak  ada nabi setelah nabi Ibrahim,  kecuali nabi tersebut berasal dari keturunan beliau. Alangkah besarnya keberkahan rumah tarbiyah Nabi Ibrahim. 

Banyak instrumen yang menjadikan rumah nabi Ibrahim sukses mendidik anak keturunan beliau. Diantaranya apa yang diisyaratkan oleh Allah tentang syukur dan doa beliau pada dua ayat ini.  Dalam dua ayat ini,  terkait dengan pendidikan keluarga, ada banyak tersirat pelajaran,  diantaranya :

Pertama,  menyadari bahwa keluarga dan keturunan adalah nikmat yang harus disyukuri oleh setiap hamba. Kesadaran ini pula yang menyadarkan bahwa keluarga adalah amanat yang wajib dijaga. 

Kedua, selalu bersandar kepada Allah dengan doa-doa,  karena Dia adalah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Nabi Ibrahim dalam mendidik keluarga beliau selalu memohon kepada Allah agar anak,  istri,  keluarga dan keturunan beliau dijadikan orang – orang sholeh, para pelopor dalam kebaikan, yang selalu kokoh bertauhid,  mendirikan sholat dan mengaplikasikan hukum-hukum Allah Subhanahu wata’ala.

Ketiga, ternyata Nabi Ibrahim selalu mengikutsertakan keluarga dalam segala amalan sholeh.  Tidak hanya beliau mendoakan atau memerintah keluarga beramal sholeh atau hanya melakukan sendiri amal sholeh tersebut.  Tapi beliau selalu berdoa,  mengajak dan selalu mempraktekan ibadah di dunia nyata bersama keluarga.  Inilah diantara faktor yang menjadikan keluarga beliau menjadi keluarga yang berkah nan sukses yang dipilih oleh Allah Subhaanahu wata’ala.  

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat” [Surat Ali ‘Imran ayat 33]

Semoga kita bisa mengikuti jejak Nabi Ibrahim dalam mewujudkan rumah kesholehan dan keberkahan

 

Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa