Bahagia Dengan Pertolongan Allah Ta`ala

Pertolongan merupakan kebahagiaan yang paling besar yang diraih oleh seseorang dalam hidupnya. Orang yang tertolong merasakan kegembiraan dengannya.

Di dalam surah An Nashr, Allah menceritakan kegembiraan yang datang menghampiri Rosulullah shollallahu `alaihi wasallam tersebut. Allah berfirman;

إِذا جاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْواجاً (2) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كانَ تَوَّاباً (3)

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Rabb mu dan mohonlah ampun kepada Nya, sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”. (An Nashr; 1-3)

Dalam surat yang mulia ini terdapat kabar gembira dan sebuah perintah untuk Nabi kita shollallahu `alaihi wasallam jikalau telah tercapai hal tersebut. Sebagaimana surah ini juga memuat isyarat tentang hal yang akan terjadi setelah peristiwa tersebut.

Kabar gembira yang dimaksud adalah akan adanya pertolongan Allah Ta`ala untuk Rosul Nya, dan kemenangan untuknya berupa penaklukkan kota Makkah serta masuknya orang-orang ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong. Diantara mereka yang masuk ke dalam agama Allah ada yang dahulunya adalah musuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun saat itu mereka menjadi penolong yang setia. Dan sungguh, kabar gembira itu telah terwujud.

Adapun perintah setelah terwujudnya pertolongan dan kemenangan itu adalah agar Rosulullah shollallahu `alaihi wasallam bersyukur kepada Allah Ta`ala, dan mewujudkan syukur tersebut dengan bertasbih dan bertahmid serta beristighfar kepada Nya.

Adapun isyarat yang dimuat oleh surah tersebut, maka ada dua, yaitu:

1_ Isyarat bahwa pertolongan itu akan terus berlangsung untuk agama ini dan akan bertambah, dikarenakan tasbih, tahmid dan istighfar yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai wujud rasa syukur Beliau kepada Allah, sedang Allah Ta`ala berfirman:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

 “Jikalau kalian bersyukur niscaya akan Aku tambahkan nikmatKu untuk kalian.”. (Ibrahiim; 7). Dan telah terwujudkan janji Allah Ta`ala itu di zaman khulafaur rosyidun rodhiyallahu `anhum.

Dan setelah mereka, pertolongan Allah Ta`ala masih terus berlangsung untuk umat ini, hingga islam sampai kepada tingkatan yang belum pernah digapai oleh agama manapun dalam hal capaian orang yang berbondong masuk dan memeluknya.

Kemudian terjadilah setelah itu perbuatan-perbuatan yang menyelisihi perintah Allah Ta`ala, hingga umat ini diberikan ujian berupa perpecahan diantara mereka, dan terjadilah apa yang terjadi. Namun demikian, bagi umat Islam seluruh capaian ini adalah bentuk dari rahmat dan kasih sayang Allah yang sangat besar kepada mereka.

 2_ Isyarat kedua adalah bahwa surah ini menandakan ajal Rosulullah shollallahu `alaihi wasallam telah dekat, sebagaimana tafsiran dari Abdullah bin Abbas rodhiyallahu `anhuma. 

Indikasi lain akan dekatnya ajal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan turunnya surah ini dilihat dari sisi bahwa usia beliau shollallahu `alaihi wasallam adalah usia yang mulia. Dan perkara-perkara yang mulia itu ditutup dengan perkara-perkara mulia seperti istighfar, sholat, haji dan ibadah yang lainnya. Maka ketika Allah Ta`ala memerintahkan Rosul Nya untuk bertasbih, bertahmid dan beristighfar dalam keadaan ini; hal demikian merupakan indikasi bahwa usia Beliau akan berakhir.

Surah tersebut merupakan isyarat bagi beliau shollallahu alaihi wasallam agar bersiap-siap bertemu dengan Robbnya, dan menutup usianya dengan hal-hal yang mulia. Setelahnya, beliau shollallahu `alaihi wasallam mengamalkan perintah Allah yang terkandung dalam surat An An Nashr tersebut dengan memperbanyak tasbih, tahmid dan istighfar ketika ruku dan sujudnya. Beliau mengucapkan: 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ ( رَبَّنَا) وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي” 

“Maha Suci Engkau ya Allah, Rabb kami, dan segala puji bagi Mu, ya Allah ampunilah dosaku.”. (Diriwayatkan oleh imam Bukhori, no.794,817, dan Muslim, no.484)

Demikianlah kabar gembira, perintah dan isyarat yang dimuat dalam surah mulia ini.

Waffaqanallahu wa iyyaakum likulli khoir.

  

️ Penulis : Ustadz Abul Mauludi

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa