Kabar Gembira di Bulan Dzulhijjah, Bagi Mereka Yang Belum Berhaji

 

Allah adalah pencipta seluruh makhluk. Diantara ciptaan Nya adalah waktu dan hari. Dialah yang menggilirkan waktu dan hari itu; detik demi detik, jam demi jam, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun. 

Diantara waktu dan hari-hari itu, ada yang Allah lebihkan dari waktu dan hari-hari selainnya;

*) Sepertiga malam terakhir, Allah jadikan sebaik-baik waktu bagi seorang dalam beribadah dari waktu-waktu lainnya dalam sehari.

*) Hari Jum’at, Allah jadikan sebagai sebaik-baik hari dalam sepekan

*) Bulan Ramadhan, Allah jadikan sebagai sebaik-baik bulan dalam setahun

Maka diantara hari yang Allah muliakan itu adalah 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Jabir berkata, Rasulullah bersabda;

إِنَّ أَفْضَلَ أَيَّامِ الدُّنْيَا أَيَّامُ الْعَشْرِ ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ , وَلَا مِثْلُهُنَّ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ , قَالَ: وَلَا مِثْلُهُنَّ فِي سَبِيلِ اللهِ , إِلَّا مَنْ عَفَّرَ وَجَهَهُ فِي التُّرَابِ

“Hari-hari dunia yang paling utama di sisi Allah adalah 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah”. Mendengar itu, sahabat bertanya; “Adakah hari itu juga lebih utama dari hari-hari yang dilalui oleh seorang ketika berjihad ?”. Rasulullah bersabda; “Ya, sepuluh hari awal itu lebih utama dari hari-hari yang dilalui oleh seorang ketika berjihad, kecuali jika orang yang berjihad tersebut gugur sebagai syahid dalam medan jihad.”. (Al Jaami’u as Shahiih lis Sunan wal Masaaniid, 7/272) 

Menunjukkan keutamaan sepuluh hari awal tersebut, Allah menyebut dan menjadikannya sebagai penguat dan penegas dalam sumpahNya. Dan Allah tidaklah menyebut dan menjadikan sesuatu sebagai penguat dan penegas mengiringi sumpahNya melainkan karena keutamaan dan kemuliaan yang dimiliki oleh sesuatu itu. Allah berfirman;

وَالْفَجْرِ. وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi waktu subuh dan demi sepuluh malam.”. Ibnu ‘Abbas, Ibnu Zubair dan lainnya menyatakan bahwa maksud dari sepuluh malam itu adalah sepuluh malam dari bulan Dzulhijjah. (Manaasik al Hajj wal ‘Umrah fil Islaam fi Dhauil Kitaab was Sunnah, hal. 25).

Diantara yang menunjukkan keutamaan hari-hari itu yaitu besarnya pahala yang Allah siapkan bagi mereka yang melakukan sekecil apapun amalan shaleh di hari-hari mulia tersebut. Besarnya pahala dari sekecil apapun amalan shaleh di hari-hari mulia itu bahkan tidak akan disamai oleh sebesar apapun ketaatan yang dilakukan oleh seorang muslim di selain hari-hari mulia itu, kecuali pahala yang diraih oleh seorang yang gugur sebagai syahid di medan jihad.

Meski sekecil apapun pahala yang dilakukan seorang muslim pada hari-hari itu akan bernilai sangat agung di sisi Allah, namun terdapat beberapa amalan yang sangat dianjurkan dalam hari-hari mulia itu, yaitu ;

1. Berdzikir

Disunnahkan menjaharkan (mengeraskan) takbir dan tahmid secara umum (kapan dan di mana saja) di hari-hari mulia itu (10 hari pertama di bulan Dzulhijjah) dan tiga hari setelahnya (hari-hari tasyriq).  

Dan dianjurkan secara khusus menjaharkannya setiap selesai melaksanakan shalat lima waktu, di mulai dari setelah shalat subuh pada hari ke-9 di bulan itu hingga selesai shalat Ashar pada hari ke-13 dari bulan tersebut.

Imam Bukhari berkata;

وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ، وَأَبُو هُرَيْرَةَ: يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أَيَّامِ العَشْرِ يُكَبِّرَانِ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا

“Pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, Ibnu Umar dan Abu Hurairah bertakbir di pasar dan orang-orang pun turut bertakbir bersama beliau.”. (Shahiih Bukhari, 2/20)

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas;

أنه كان يكبر من صلاة الفجر يوم عرفة إلى آخر أيام التشريق، لا يكبر في المغرب

“Beliau (mulai mengeraskan) takbir (pada bulan Dzulhijjah, setelah shalat 5 waktu) ketika selesai shalat subuh pada hari ke-9 di bulan itu. Dan Beliau berhenti dan tidak lagi menjaharkan takbirnya ketika tiba waktu maghrib pada akhir hari tasyriq (hari ke-13 di bulan Dzulhijjah).”. Ibnu Hajar berkata; Perbuatan serupa dilakukan juga oleh Ali dan Ibnu Mas’ud. (Fathul Baari, 5/462)

2. Berpuasa

Diantara amalan yang sangat dianjurkan pada hari-hari itu adalah puasa, berdasarkan keumumam anjuran melaksanakan sekecil apapun amalan shaleh pada hari-hari mulia itu, dan puasa adalah diantara amalan shaleh yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah bersabda; “Tidak seorangpun hamba yang berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah akan jauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 tahun (jarak perjalanan).”. (HR. Muslim)

Dan diantara jenis puasa yang sangat ditekankan pada hari-hari itu adalah puasa di hari ke-9 di bulan tersebut (puasa ‘Arafah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa puasa pada hari itu dapat menggugurkan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. (HR. Muslim)

3. Berkurban

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa amalan yang paling besar pahalanya adalah amalan yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Dan amalan yang paling dicintai Allah pada sepuluh hari pertama di bulan tersebut adalah kurban.  Olehnya Abu Hurairah berkata;

من وجد سعة لأن يضحي فلم يضح فلا يحضر مصلانا

“Barangsiapa memiliki kesanggupan lantas ia tidak berkurban, maka janganlah ia menghadiri lapangan tempat shalat kami ini.”. (Syaikh al Baani –rahimahullah- berkata dalam “Shahih at Targhiib wa at Tarhiib, 1/264” bahwa hadits ini shahih secara mauquuf kepada Abu Hurairah).

4. Shalat I’ed

Diantara ibadah yang sangat ditekankan pada hari-hari mulia tersebut adalah menghadiri shalat ‘ied. Bahkan karena sangat ditekankan, Rasulullah memerintahkan kepada wanita untuk meminjamkan jilbabnya kepada mereka yang tidak memiliki jilbab agar dapat keluar melaksanakan shalat I’ed dan juga memerintahkan wanita-wanita haid untuk keluar menyaksikan pelaksanaan shalat I’ed tersebut dan mendengarkan khutbah, meski mereka berada di luar lapangan pelaksanaan shalat. (HR. Bukhari)

 

Demikian beberapa amalan yang sangat dianjurkan bagi seorang mengiringi hari-hari mulia ini, sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Semoga Allah memudahkan kita untuk meraih setiap keutamaan yang telah disiapkannya.

 

Penulis : Ustadz Muh. Irfan Zain, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa