Ahlul Quran

Bulan Ramadhan, bulan mulia dan berkah, bulan yang sangat identik dengan Al Quran. Betapa tidak, di bulan itulah Al Quran diturunkan.

Setiap Ramadhan tiba, alhamdulillah antusias orang-orang untuk membaca Al Quran sangatlah tinggi. Tentu fenomena tersebut adalah hal yang patut diapresiasi dan disyukuri.

Namun hal yang juga tidak boleh dilupakan, terkait dengan kewajiban seorang mukmin terhadap Al Quran, yaitu mentadabburi isinya.

Tadabbur Al Quran (membaca, mengulang, mempelajari dan terus menggali hikmahnya) adalah satu diantara kewajiban besar seorang mukmin terhadap Al Quran.

Tadabbur Al Quran itu ibarat pintu masuk. Semakin sering seorang melakukannya, maka akan semakin lebar pintu hatinya akan terbuka untuk menerima petunjuk Allah. Olehnya, Allah mengibaratkan seorang yang enggan melakukan tadabbur Al Quran dengan sebutan orang yang terkunci pintu hatinya. Allah berfirman;

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Maka apakah mereka tidak melakukan tadabbur Al Quran ataukah hati mereka telah terkunci?.”. (Muhammad; 24). Abdullah bin Mas’ud berkata;

إِذَا أَرَدْتُمُ الْعِلْمَ فَأَثِيرُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّ فِيهِ عِلْمَ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ

“Apabila kalian ingin mendapatkan ilmu, maka tadabburilah Al Quran. Sesungguhnya di dalam Al Quran itu terdapat ilmu mereka yang telah lalu dan ilmu orang-orang yang akan datang.”. Ar Rabi’e berkata;

قَلَّمَا كُنْتُ أَدْخُلُ عَلَى الشَّافِعِيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ إلَّا وَالْمُصْحَفُ بَيْنَ يَدَيْهِ يَتَتَبَّعُ أَحْكَامَ الْقُرْآنِ

“Jarang sekali saya masuk menemui imam Syafi’ie melainkan mushaf senantiasa berada di hadapannya. Beliau senantiasa menggali hukum-hukum Al Quran.”.

Seorang yang senantiasa tadabbur Al Quran, mereka itulah orang yang mendalam pengetahuannya terhadap Al Quran. Orang yang mendalam penguasaannya terhadap Al Quran, mereka itulah ahlul Quran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menjelaskan keutamaan orang-orang yang mendalam penguasaannya terhadap Al Quran;

أهل القرآن أهل الله وخاصته

“Ahlul Quran adalah orang-orang yang menempati posisi dan kedudukan istimewa serta dekat dengan Allah.”.

Namun siapakah yang berhak menyandang gelar ahlul Quran ?. Mereka itu adalah :

  1. Orang-orang yang paling mendalam ilmunya tentang hukum-hukum yang terkandung dalam Al Quran, baik amalannya, dan menguasai bacaan, serta menghafalnya secara baik.
  2. Orang-orang yang mendalam ilmunya tentang hukum-hukum yang terkandug dalam Al Quran, dan baik amalannya.
  3. Orang-orang yang menguasai bacaan dan menghafal Al Quran secara baik, serta baik amalannya.

Ramadhan tahun ini, marilah kita jadikan sebagai moment baik untuk lebih dekat dengan Al Quran, yaitu dengan lebih banyak membacanya dan berusaha untuk mentadabburi secara bertahap setiap ayat yang kita baca. Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimiin rahimahullah berkata;

“Di bulan Ramadhan, beberapa penuntut ilmu menyiapkan catatan khusus di saat sedang tilawah (membaca) Al Quran. Setiap kali terlintas sebuah pelajaran dalam benak mereka dari rangkaian ayat Al Quran yang dibacanya, segera mereka tulis. Maka tidaklah berlalu Ramadhan melainkan mereka telah mendapatkan banyak pelajaran dan kebaikan dari makna serta kandungan Al Quran.

Sungguh saya telah melihat sebuah buku catatan kecil kepunyaan Syaikh Abdul Rahman As Sa’di rahimahullah. Syaikh As Sa’di berkata bahwa beliau telah menulis catatan-catatan tersebut di bulan Ramadhan, di sela-sela tilawah Al Qurannya. Ketika membaca ayat dalam Al Quran, beliau mentadabburinya dan mencatat setiap pelajaran dari ayat tersebut; tidak akan kalian dapatkan pelajaran-pelajaran itu di kitab tafsir manapun.”.

Akhirnya, kita senantiasa berharap, semoga Allah senantiasa menuntun kita untuk menjadi orang-orang yang didekatkan kepada Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *